Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Redam Impor, Inalum Targetkan Produksi Aluminium 1 Juta Ton pada 2030

Redam Impor, Inalum Targetkan Produksi Aluminium 1 Juta Ton pada 2030 Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menargetkan peningkatan kapasitas produksi aluminium dari 275 ribu ton per tahun menjadi 1 juta ton per tahun pada 2030. Langkah ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi mineral dan penguatan industri dalam negeri.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan pengembangan kapasitas produksi perseroan akan didukung pemanfaatan cadangan bauksit dari izin usaha pertambangan (IUP) milik grup PT Aneka Tambang Tbk yang diperkirakan mencapai sekitar 180 juta ton.

Saat ini, kebutuhan aluminium primer domestik masih didominasi produk impor dengan porsi sekitar 54%. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas produksi dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok industri nasional.

"Kami saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan kapasitas dari 275 ribu per tahun menjadi 1 juta ton di tahun 2030," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Dalam roadmap hilirisasi aluminium, Inalum telah mengoperasikan smelter aluminium berkapasitas 275 ribu ton per tahun di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Operasional smelter tersebut didukung pasokan listrik dari PLTA Asahan II serta suplai alumina domestik.

Baca Juga: BUMN Tambang Diminta Gandeng Kopdes Merah Putih untuk Putus Rantai Cukong

Baca Juga: Pemerintah Berpeluang Relaksasi Kuota Produksi Batu Bara dan Nikel pada Tahun 2026

Baca Juga: Ekspor Mobil Sangat Terdampak Akibat Konflik di Selat Hormuz, Asosiasi Sudah Ancang-Ancang Ubah Target Produksi

Sejak 2025, Inalum juga mulai memanfaatkan produksi alumina dari proyek Smelter Grade Alumina (SGA) fase pertama di Mempawah. Hampir 300 ribu ton alumina dari fasilitas tersebut telah digunakan untuk produksi aluminium di Kuala Tanjung, sementara pada tahun berjalan pemanfaatannya telah melampaui 100 ribu ton.

"Kedepannya kami percaya dengan membangun 1 juta ton secara keseluruhan aluminium di Mempawah dan di Kuala Tanjung nantinya kita bisa memanfaatkan banyak superdaya alam yang ada di Indonesia," terang dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement