Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba GGRM Tembus Rp1,56 T, Naik 59% Usai Pangkas Utang dan Beban

Laba GGRM Tembus Rp1,56 T, Naik 59% Usai Pangkas Utang dan Beban Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan pendapatan sebesar Rp89,37 triliun pada 2025, turun sekitar 9,4% dibandingkan Rp98,65 triliun pada 2024. Di sisi lain, laba bersih melonjak 59,0% menjadi Rp1,56 triliun dari Rp980,8 miliar pada tahun sebelumnya. 

Berdasarkan laporan keuangan GGRAM, secara operasional laba usaha meningkat 48,7% menjadi Rp2,83 triliun dari Rp1,90 triliun pada 2024. Peningkatan ini didorong oleh penurunan beban usaha sebesar 13,8% menjadi Rp6,63 triliun dari Rp7,69 triliun, serta kenaikan pendapatan lain-lain yang melonjak sekitar 151% menjadi Rp467,8 miliar. 

Dari sisi pembiayaan, beban bunga turun signifikan sebesar 44,7% menjadi Rp278,2 miliar dari Rp502,9 miliar. Penurunan ini sejalan dengan turunnya pinjaman bank jangka pendek hingga sekitar 91,9% menjadi Rp761,9 miliar dari Rp9,37 triliun pada tahun sebelumnya. 

Namun, tekanan tetap terlihat pada margin. Laba bruto turun 4,2% menjadi Rp8,98 triliun dari Rp9,37 triliun, sejalan dengan penurunan pendapatan. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan pada volume penjualan maupun harga jual di tengah dinamika industri rokok.

Dari sisi neraca, total aset menyusut 11,4% menjadi Rp75,25 triliun dari Rp84,94 triliun pada 2024. Penurunan terutama dipicu oleh turunnya persediaan sebesar 17,4% menjadi Rp33,38 triliun dari Rp40,42 triliun. 

Baca Juga: Emiten Rokok HM Sampoerna (HMSP) Raup Penjualan Rp112,17 Triliun di 2025

Baca Juga: Indofood Milik Grup Salim (INDF) Kantongi Laba Rp10,68 Triliun Sepanjang 2025

Baca Juga: Laba Emiten Jagoan Lo Kheng Hong (DILD) Anjlok 63% di 2025, Ini Biang Keroknya

Sementara itu, struktur keuangan menunjukkan perbaikan. Total liabilitas turun signifikan sebesar 44,9% menjadi Rp12,68 triliun dari Rp23,02 triliun, sedangkan ekuitas meningkat tipis 1,1% menjadi Rp62,57 triliun. 

Dari sisi arus kas, kas bersih dari aktivitas operasi melonjak 77,8% menjadi Rp11,61 triliun dari Rp6,53 triliun, mencerminkan peningkatan kualitas arus kas operasional. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Advertisement