Iran Klaim Pasokan Minyak Aman, Dunia Waswas jika Pulau Kharg Diserang Trump
Kredit Foto: Istimewa
Di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran memastikan pasokan bahan bakar domestik tetap aman. Namun di saat yang sama, ancaman terhadap infrastruktur energi justru meningkatkan kekhawatiran pasar global.
Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga distribusi energi. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar.
"Tidak ada alasan untuk khawatir terhadap pasokan bahan bakar. Langkah-langkah yang diperlukan telah diterapkan di bidang ini. Masyarakat dapat yakin bahwa tidak akan ada masalah. Diskon penjualan minyak telah turun drastis. Harga jual rata-rata telah melonjak signifikan," katanya dikutip dari Sputnik.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap sektor energi Iran. Kenaikan harga jual minyak dan penyusutan diskon mencerminkan perubahan dinamika pasar akibat konflik yang memanas.
Di sisi lain, ancaman dari Amerika Serikat terhadap infrastruktur vital Iran memperbesar risiko gangguan pasokan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan kemungkinan serangan terhadap fasilitas energi utama Iran.
Pernyataan tersebut mencakup target strategis seperti pembangkit listrik, sumur minyak, hingga Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor energi Iran. Jika terealisasi, serangan ini berpotensi mengganggu distribusi minyak secara signifikan.
Baca Juga: Paus Leo XIV Minta Hentikan Perang di Iran, Begini Jawaban Donald Trump
Bagi pasar global, situasi ini menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas harga minyak. Setiap ancaman terhadap infrastruktur energi Iran berpotensi memperketat pasokan dan mendorong harga lebih tinggi.
Di titik ini, klaim stabilitas pasokan dari Iran menjadi penting untuk menjaga kepercayaan domestik. Namun bagi dunia, risiko terbesar justru datang dari kemungkinan eskalasi yang dapat mengganggu aliran energi global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement