Sinyal Damai Iran dan Amerika Serikat, Begini Harga Bitcoin Hari Ini (1/4)
Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Harga bitcoin kembali menguat dalam perdagangan pagi hari di Rabu (1/4). Hal tersebut terjadi menyusul adanya harapan meredanya konflik dari Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini menyentuh level US$68.000. Kenaikan ini terjadi menyusul lampu hijau upaya diplomasi dari Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Baca Juga: Iran Ragukan Diplomasi Amerika Serikat: Kami Telah Diserang Selama Negosiasi
Pezeshkian mengaku bahwa pihaknya baru-baru ini melakukan percakapan dengan Presiden Dewan Eropa, António Costa. Ia menyatakan bahwa pihaknya memiliki keinginan untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat.
Namun dirinya menekankan bahwa pihaknya perlu jaminan keamanan hingga komitmen bahwa serangan tidak akan dilakukan kembali oleh Tel Aviv dan Washington. Hal ini mengingat bahwa pihaknya telah diserang saat melakukan negosiasi dengan kedua pihak sebelumnya di Februari 2026.
"Kita memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri perang dengan mematuhi persyaratannya, khususnya jaminan untuk mencegah terulangnya agresi," kata Pezeshkian.
Iran sebelumnya juga menyoroti ketidakkonsistenan sikap dari Amerika Serikat. Hal ini terkait dengan upaya membahas negosiasi damai sambil mempersiapkan invasi darat yang dilakukan oleh Washington.
Teheran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima tekanan atau “penghinaan” dari pihak mana pun. Ia memberikan sinyal bahwa pihaknya masih ingat bagaimana negaranya diserang tak lama usai negosiasi pengembangan nuklir dengan Amerika Serikat.
"Situasi di Selat Hormuz adalah akibat dari tindakan permusuhan dari Amerika-Israel. Iran diserang dua kali selama negosiasi, membuktikan bahwa mereka tidak percaya pada diplomasi," tegas Pezeshkian.
Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya dilaporkan mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militernya meskipun jalur vital energi global masih belum sepenuhnya dibuka oleh Trump.
Menurut laporan, opsi tersebut membuka kemungkinan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran akan ditangani pada tahap berikutnya, terpisah dari penghentian konflik militer dari Amerika Serikat dan Iran.
Sinyal potensi deeskalasi konflik langsung berdampak pada pasar global, termasuk kripto. Investor melihat peluang meredanya gangguan pasokan energi, lonjakan inflasi global hingga ketidakpastian pasar. Kondisi ini mendorong minat kembali ke aset berisiko seperti bitcoin.
Meski demikian, pergerakan bitcoin tetap dipengaruhi faktor lain seperti kebijakan suku bunga global, pergerakan harga minyak hingga sentimen pasar keuangan. Hal tersebut volatilitas masih berpotensi tinggi dalam jangka pendek.
Baca Juga: ETF Bitcoin Murah Akan Diluncurkan Morgan Stanley, Fee Cuma 0,14%!
Bagi Indonesia, kenaikan bitcoin ini menunjukkan sensitivitas tinggi kripto terhadap isu geopolitik global. Momentum seperti ini bisa menjadi peluang, namun tetap perlu diwaspadai karena kondisi pasar masih sangat dinamis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement