Kredit Foto: Istimewa
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menunjukkan ketangguhan fundamental bisnisnya dengan membukukan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025.
Di tengah tekanan global seperti volatilitas harga komoditas, ketidakpastian makroekonomi, hingga dinamika regulasi, ANTM mampu mengakselerasi profitabilitas secara signifikan dengan mencatatkan pendapatan dan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Sepanjang 2025, ANTM membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun, melonjak 106% dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp3,85 triliun.
Kinerja impresif ini turut tercermin dari laba kotor yang mencapai Rp13,68 triliun, tumbuh 111% dari Rp6,50 triliun dan laba usaha melesat 180% menjadi Rp8,40 triliun dari Rp3,00 triliun pada 2024. Peningkatan profitabilitas ini diperkuat oleh efisiensi beban keuangan yang turun 30% menjadi Rp167,10 miliar dari sebelumnya Rp237,14 miliar.
"Kinerja operasional yang optimal menjadi kontributor utama dalam memperkuat kinerja keuangan Perusahaan, didukung dengan pengelolaan keuangan yang prudent dalam menjaga soliditas struktur neraca dan posisi keuangan. Hal ini tercermin pada capaian finansial yang solid yang didukung oleh kontribusi positif dari portofolio komoditas utama Perusahaan," kata Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto.
Dari sisi top line, ANTM mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada 2024.
Pasar domestik masih menjadi penopang utama dengan kontribusi Rp81,10 triliun atau sekitar 96% dari total penjualan, mencerminkan kuatnya posisi ANTM dalam menangkap peluang pertumbuhan di dalam negeri.
Secara segmentasi, bisnis emas masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 79% terhadap total penjualan. Penjualan emas tercatat sebesar Rp66,47 triliun, naik 15% dari Rp57,56 triliun pada tahun sebelumnya, dengan volume penjualan mencapai 37.365 kg atau setara 1.201.313 troy oz.
Segmen nikel juga menunjukkan kinerja solid dengan kontribusi 18% atau senilai Rp14,85 triliun, meningkat 56% dari Rp9,50 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan serta keunggulan kualitas bijih nikel ANTM di pasar domestik.
Sementara itu, segmen bauksit dan alumina berkontribusi sekitar 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp2,92 triliun, melonjak 62% dibandingkan Rp1,80 triliun pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Antam Protes Pajak Perak 12%, Minta Disamakan dengan Emas
Baca Juga: Komisi VI DPR Apresiasi Kinerja ANTAM, Dorong Penguatan Tata Kelola Emas
Dari sisi neraca, ANTM mencatatkan total aset sebesar Rp52,53 triliun, meningkat 18% dari Rp44,52 triliun pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan ekspansi operasional yang terukur, penguatan kas dari aktivitas usaha, serta keberlanjutan investasi pada proyek hilirisasi. Ekuitas juga tumbuh 14% menjadi Rp36,60 triliun dari Rp32,20 triliun.
Selain itu, arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp5,62 triliun, meningkat 53% dibandingkan Rp3,68 triliun pada tahun sebelumnya, mempertegas kuatnya fundamental keuangan ANTM sepanjang 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement