Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
“Insyaallah kita sudah mendapatkan satu data yang cukup fantastis, yaitu potensi indikatif daripada monasit sebagai bahan utama dari logam tanah jarang yang ada di IUP PT Timah itu pada kisaran 1,2 juta ton monasit."
"Yang ini insyaallah nanti akan kami coba validasikan ya dengan cara melakukan proses validasi eksplorasi dan proses membosankan di site-site ataupun titik-titik tertentu,” jelas Suhendra.
Kerja Sama Riset
Suhendra berpikir kolaborasi terintegrasi dengan ITB mencakup tiga poin utama, yakni kajian eksplorasi mineral ikutan timah, kajian optimasi pengolahan logam tanah jarang atau LTJ, serta kajian pemanfaatanterakdari hasil pemurnian ataupun peleburan dari logam timah.
Baca Juga: Serapan Domestik Minim, AETI Soroti Tantangan Pasar Hilirisasi Timah
Selain itu, Suhendra melaporkan pihak Badan Industri Mineral (BIM) yang dipimpin oleh Mendiktisaintek, juga ikut menginisiasi pengelolaan ini melalui pembentukan embrio industri yang berlokasi di Tanjung Ular, Muntok.
Strategi tersebut mencakup pemanfaatan mineral ikutan seperti ilmenit dan zirkon. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement