Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Inalum Bidik FID PLTU 1,2 GW Mempawah Tahun Ini

Inalum Bidik FID PLTU 1,2 GW Mempawah Tahun Ini Kredit Foto: MIND ID

Melati menambahkan, proyek tersebut masih membutuhkan dukungan, terutama terkait pembebasan lahan serta kepastian pasokan energi jangka panjang.

"Pembebasan lahan sekitar 48 hektare dari total 110 hektare untuk smelter 2, dan sekitar 100 hektare untuk pembangkit listrik yang akan dilakukan oleh Bukit Asam dan partner," imbuhnya.

Inalum juga memerlukan kepastian energi jangka panjang melalui penggunaan PLTU selama sekitar 30 tahun, serta penetapan harga batu bara domestic market obligation (DMO).

Baca Juga: Laba Bersih Inalum Melonjak 15% Jadi US$142 Juta di 2025

"Kemudian kepastian energi jangka panjang melalui penggunaan PLTU selama 30 tahun, dan penetapan harga batu bara DMO diperlukan agar tarif listrik tetap kompetitif," tutur Melati.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam penetapan tarif listrik yang kompetitif, agar operasional smelter aluminium baru tersebut dapat berjalan secara ekonomis. (*)

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement