Kredit Foto: MIND ID
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menargetkan Final Investment Decision (Keputusan Investasi Akhir) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk mendukung pembangunan smelter aluminium baru di Mempawah, Kalimantan Barat, rampung pada tahun ini.
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan, pembangkit listrik tersebut akan disiapkan oleh PT Bukit Asam bersama mitra, dengan kapasitas terpasang sekitar 1,2 gigawatt (GW).
"Untuk powernya sendiri akan disupport oleh Bukit Asam dan partner dengan kapasitas terpasang sekitar 1,2 GW."
"Milestone project kita dengan groundbreaking di awal Q1 2026, kami berharap FID bisa kami selesaikan di akhir tahun ini," ujar Melati dalam RDP bersama Komisi VI DPR, Jakarta, dikutip pada Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, setelah FID rampung, proyek pembangkit listrik tersebut akan masuk tahap engineering, procurement, and construction (EPC) atau Kontrak Rekayasa, Pengadaan, dan Konstruksi, yang direncanakan berlangsung pada 2027 hingga 2028.
"EPC dan pelaksanaannya di tahun 2027 sampai 2028, dengan target awal operasi di early 2029," katanya.
Melati menambahkan, proyek tersebut masih membutuhkan dukungan, terutama terkait pembebasan lahan serta kepastian pasokan energi jangka panjang.
"Pembebasan lahan sekitar 48 hektare dari total 110 hektare untuk smelter 2, dan sekitar 100 hektare untuk pembangkit listrik yang akan dilakukan oleh Bukit Asam dan partner," imbuhnya.
Inalum juga memerlukan kepastian energi jangka panjang melalui penggunaan PLTU selama sekitar 30 tahun, serta penetapan harga batu bara domestic market obligation (DMO).
Baca Juga: Laba Bersih Inalum Melonjak 15% Jadi US$142 Juta di 2025
"Kemudian kepastian energi jangka panjang melalui penggunaan PLTU selama 30 tahun, dan penetapan harga batu bara DMO diperlukan agar tarif listrik tetap kompetitif," tutur Melati.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam penetapan tarif listrik yang kompetitif, agar operasional smelter aluminium baru tersebut dapat berjalan secara ekonomis. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement