Kredit Foto: PT Bukit Asam Tbk
Dominasi Pasar Domestik
Sejalan dengan kenaikan produksi, volume penjualan perseroan juga terkerek naik 8% menjadi 33,7 juta ton per triwulan III-2025. Dari total volume tersebut, PTBA secara konsisten memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri (DMO) sebesar 55% dari total penjualan.
Kendati volume produksi terus menanjak, Arsal mengakui adanya tantangan dari sisi profitabilitas akibat koreksi harga batubara global yang cukup drastis. Namun, peningkatan volume produksi dan optimalisasi bauran pasar (market mix) menjadi strategi kunci perseroan untuk memitigasi tekanan terhadap laba bersih.
Guna memastikan target 65 juta ton tersebut tercapai tanpa kendala operasional, Arsal mengharapkan dukungan pemerintah dalam aspek teknis logistik, seperti izin operasional Sungai Musi selama 24 jam serta pemberantasan pertambangan tanpa izin (PETI) di wilayah IUP perseroan.
Strategi peningkatan produksi ini merupakan bagian dari Dual Track Strategy PTBA dalam menjaga keberlanjutan bisnis pertambangan sebagai mesin arus kas, sembari mendanai transformasi ke sektor hilirisasi dan energi baru terbarukan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement