Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika buka suara terkait permintaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memberlakukan moratorium (pembatasan) pembangunan refinery dan smelter aluminium di tanah air.
Sebelumnya, Direktur Utama Inalum Melati Sarnita berpendapat, bila jumlah fasilitas pengolahan bauksit menjadi aluminium tidak dibatasi, dikhawatirkan hal ini bisa mengancam umur bisnis dan cadangan bauksit di tanah air.
Tidak hanya itu, bila berkaca pada nikel, masifnya pembangunan smelter telah meningkatkan jumlah supply dibanding permintaan dan berujung pada jatuhnya harga di pasaran.
Ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Erani yang juga menjabat sebagai Sekretaris Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi mengungkapkan, pihaknya akan mempelajari hal tersebut.
"Saya malah belum melihat pernyataannya dari Inalum tadi itu."
"Ya kalau memang apa yang disampaikan oleh Inalum itu ada rasionalisasinya, tentu akan dipertimbangkan oleh pemerintah."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement