Kredit Foto: Dok. Grab
Saat ini, sistem tersebut telah digunakan oleh lebih dari 500.000 mitra pengemudi, dan perusahaan menargetkan ekspansi ke jutaan pengguna lainnya dalam waktu dekat.
"Ini krusial, karena kita hidup di dunia di mana manusia tanpa bantuan AI sangat mungkin tertinggal," kata Anthony
Menurutnya, akses terhadap teknologi harus merata dan tidak hanya dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan teknis tinggi atau modal besar.
Karena itu, Grab menyediakan fitur berbasis AI ini secara gratis bagi mitra, sebagai bentuk investasi perusahaan terhadap ekosistemnya.
Baca Juga: Grab Rilis 13 Fitur AI di GrabX 2026, Ingin Jadi Asisten Digital Sehari-hari
Anthony juga menegaskan, Coach dirancang layaknya “teman pintar” yang membantu pengemudi tetap fokus di jalan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja, bukan sekadar alat digital biasa.
Anthony meyakini integrasi antara data digital dan automasi fisik, akan membuka peluang baru dalam menyelesaikan berbagai tantangan sehari-hari di Asia Tenggara secara inovatif. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: