Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Grab Andalkan AI 'Coach' untuk Dongkrak Penghasilan Driver

Grab Andalkan AI 'Coach' untuk Dongkrak Penghasilan Driver Kredit Foto: Dok. Grab
Warta Ekonomi, Jakarta -

Grab gandeng OpenAI luncurkan sistem kecerdasan buatan (AI) bernama TriMotor atau Coach, untuk membantu driver lebih efisien dan meningkatkan pendapatan.

Teknologi ini dirancang untuk membantu pengemudi mengambil keputusan lebih cepat dan tepat saat bekerja, mulai dari menentukan rute hingga mengoptimalkan waktu penjemputan dan pengantaran.

Data internal Grab menunjukkan, mitra pengemudi kerap kehilangan sekitar 10% waktu hanya untuk mencari lokasi restoran di pusat perbelanjaan atau menunggu pelanggan.

"Jika ini dapat menangani pesanan dengan mencari restoran dan mengantarkannya ke pemandu, itu memungkinkan mitra kami bergerak ke pekerjaan berikutnya lebih cepat," ujar Group CEO & Co-Founder Grab Anthony Tan dikutip dari Bisnis, Rabu (8/4/2026).

Melalui teknologi ini, waktu yang terbuang dapat ditekan, sehingga peluang mendapatkan lebih banyak order dan pendapatan pun meningkat.

Grab menempatkan AI bukan sekadar fitur tambahan, tetapi sebagai alat utama untuk meningkatkan produktivitas mitra di lapangan.

Saat ini, sistem tersebut telah digunakan oleh lebih dari 500.000 mitra pengemudi, dan perusahaan menargetkan ekspansi ke jutaan pengguna lainnya dalam waktu dekat.

"Ini krusial, karena kita hidup di dunia di mana manusia tanpa bantuan AI sangat mungkin tertinggal," kata Anthony

Menurutnya, akses terhadap teknologi harus merata dan tidak hanya dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan teknis tinggi atau modal besar.

Karena itu, Grab menyediakan fitur berbasis AI ini secara gratis bagi mitra, sebagai bentuk investasi perusahaan terhadap ekosistemnya.

Baca Juga: Grab Rilis 13 Fitur AI di GrabX 2026, Ingin Jadi Asisten Digital Sehari-hari

Anthony juga menegaskan, Coach dirancang layaknya “teman pintar” yang membantu pengemudi tetap fokus di jalan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja, bukan sekadar alat digital biasa.

Anthony meyakini integrasi antara data digital dan automasi fisik, akan membuka peluang baru dalam menyelesaikan berbagai tantangan sehari-hari di Asia Tenggara secara inovatif. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus

Tag Terkait: