Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Respons Serangan Israel, Iran Enggan Lanjutkan Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat

Respons Serangan Israel, Iran Enggan Lanjutkan Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mengungkapkan bahwa pihaknya mulai meragukan gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat. Hal ini menyusul serangan yang dilancarkan oleh Israel ke Lebanon.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan bahwa melanjutkan negosiasi damai menjadi tidak masuk akal jika serangan terhadap wilayah tersebut terus berlanjut. Israel menurutnya telah melanggar sejumlah syarat gencatan senjata dengan meningkatkan operasi militer terhadap kelompok dari Hezbollah.

Baca Juga: Kecam Serangan Israel, Prancis Desak Lebanon Masuk Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

"Dalam situasi seperti itu, gencatan senjata bilateral atau negosiasi tidaklah masuk akal," katanya.

Diketahui, Israel melancarkan serangan paling intens ke Lebanon. Serangan tersebut menewaskan ratusan orang dan terjadi di tengah gencatan senjata dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut laporan, sedikitnya lima ledakan besar juga mengguncang wilayah dari dari Beirut. Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 luka-luka. Serangan ini menjadi serangan yang paling mematikan sejak konflik dimulai pada awal Maret.

Iran beranggapan bahwa kesepakatan gencatan senjata mencakup Lebanon. Sementara Amerika Serikat dan Israel menegaskan sebaliknya. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut perbedaan ini sebagai kesalahpahaman dalam proses negosiasi.

Vance menyatakan bahwa negosiator dari negara tersebut mengira gencatan senjata juga mencakup Lebanon. Padahal menurutnya hal tersebut tidaklah demikian. Ia menyebut hal ini sebagai kesalahpahaman yang wajar terjadi dalam proses negosiasi yang kompleks antara Iran dan Amerika Serikat.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon. Hal ini berarti operasi militer mereka tetap akan berlanjut terhadap kelompok dari Hezbollah. 

"Amerika Serikat telah memberi tahu kami bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan ini dalam negosiasi mendatang. Gencatan senjata dua minggu tidak termasuk Lebanon," katanya.

Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Ia menyebut kesepakatan gencatan senjata juga mencakup penghentian konflik di Lebanon.

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun dalam kawasan, termasuk di Lebanon,” katanya.

Baca Juga: Trump: Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata dari Iran dan Amerika Serikat

Dengan perbedaan mendasar terkait hal ini, masa depan gencatan senjata menjadi tidak pasti. Negosiasi yang dijadwalkan dalam waktu dekat pun terancam gagal jika ketegangan terus meningkat di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar