Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cina Berniat Integrasikan AI ke Sistem Pendidikan

Cina Berniat Integrasikan AI ke Sistem Pendidikan Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Cina meluncurkan rencana besar untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke seluruh sistem pendidikannya, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga universitas.

Program bertajuk “AI+Pendidikan” ini digagas oleh Kementerian Pendidikan bersama sejumlah lembaga pemerintah lainnya.

Kebijakan tersebut mewajibkan penerapan AI di setiap tahap pendidikan, menjadikannya salah satu reformasi pendidikan paling ambisius yang pernah dilakukan negara tersebut.

Hal ini merupakan upaya  strategis untuk menyiapkan tenaga kerjanya menghadapi masa depan, di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam teknologi canggih.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari visi jangka panjang pendidikan Cina hingga 2035, yang menempatkan AI sebagai pilar utama transformasi, untuk menjawab kebutuhan ekonomi digital dan industri masa depan.

Pemerintah Cina menilai, persaingan global, terutama dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Singapura, menuntut percepatan investasi di bidang pendidikan berbasis teknologi.

“Dengan mendefinisikan ulang keterampilan yang dibutuhkan untuk era modern, AI memaksa terjadinya perombakan sistemik dan mendasar dalam pendidikan,” kata pejabat pendidikan, dikutip dari South China Morning Post, Senin (13/4/2026).

Tak hanya soal kurikulum, Cina juga menyiapkan infrastruktur besar-besaran.

Pemerintah akan membangun sistem AI nasional yang terintegrasi, menggabungkan daya komputasi dan jaringan data dalam satu layanan terpadu.

Pendekatan ini dipilih untuk menggantikan proyek-proyek lokal yang sebelumnya terfragmentasi agar lebih efisien dan terarah.

Dalam implementasinya, integrasi AI akan dilakukan bertahap sesuai jenjang pendidikan.

Di tingkat dasar, siswa akan dikenalkan pada AI melalui pembelajaran yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan pemecahan masalah.

Sementara, universitas akan menyediakan mata kuliah dasar AI untuk mendorong inovasi lintas disiplin.

Di sisi lain, pendidikan kejuruan akan difokuskan pada “transformasi cerdas” peran tradisional, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap keterampilan berbasis AI.

Reformasi juga menyasar tenaga pendidik.

Pemerintah berencana merombak sistem pelatihan guru, dengan menjadikan literasi AI sebagai bagian dari standar sertifikasi dan perizinan.

Langkah ini bertujuan memastikan guru memiliki kapasitas untuk mengajar di ruang kelas berbasis teknologi.

Baca Juga: Lawan Penipuan Telepon, Samsung Siapkan Fitur AI 'On-Device' untuk Lebih Banyak Galaxy

Pendanaan program ini akan berasal dari anggaran pusat, dengan prioritas pada proyek-proyek strategis nasional yang mendukung pengembangan platform pendidikan AI.

Pemerintah daerah dan institusi pendidikan juga akan diarahkan untuk berinvestasi dalam transformasi ini. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement