Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
"Tapi di dalam GST itu belum ada mekanisme implementasi transitioning away from fossil fuel," kata Rabin Daniel.
Di sisi lain, Researcher Aksi Ekologi & Emansipasi Rakyat (AEER) Jasmine Exa Kamilia menilai pergeseran target puncak emisi ini merupakan dampak dari kebijakan transisi yang hanya berfokus pada teknologi, tanpa menyentuh perubahan sistem secara menyeluruh.
Ia menyoroti permintaan energi industri yang terus meningkat, namun masih dipasok oleh batu bara.
"Masalahnya itu transisi kita saat ini, fokusnya ini masih ke arah teknologi."
"Kita belum ngomongin tentang perubahan sistem."
"Pertumbuhan di industri ini meningkatkan permintaan dari energi fosil, karena kita energinya semakin besar, tapi kita masih menggunakannya batu bara," jelas Jasmine Exa Kamilia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement