Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ditinggal Petingginya, Ford Kini Akan Fokus ke Pengembangan Mobil Listrik

Ditinggal Petingginya, Ford Kini Akan Fokus ke Pengembangan Mobil Listrik Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Raksasa otomotif Amerika Serikat, Ford, mengumumkan restrukturisasi besar-besaran dengan membentuk divisi end-to-end baru.

Pengumuman strategis ini berbarengan dengan kabar mundurnya Kepala Divisi Kendaraan Listrik (EV) Ford, Doug Field, yang akan meninggalkan perusahaan bulan depan.

Divisi baru yang diberi nama Product Creation and Industrialisation ini akan menggabungkan seluruh operasional kendaraan listrik, digital, dan desain dengan sistem industri global Ford.

Unit bisnis berskala besar ini akan dipimpin oleh Chief Operating Officer (COO) Ford, Kumar Galhotra. Manajemen Ford menyatakan bahwa struktur baru ini dirancang untuk mengakselerasi strategi "Ford+", yang salah satu targetnya adalah mencapai margin EBIT yang disesuaikan sebesar 8 persen pada 2029.

Untuk mencapai target tersebut, Ford berencana memperbarui 80 persen portofolio produknya di Amerika Utara dan 70 persen portofolio globalnya pada 2029.

Salah satu produk yang dinanti adalah model pertama berbasis platform kendaraan listrik universal (UEV). Model ini berupa truk pikap ukuran menengah yang akan diluncurkan bersama generasi terbaru F-150 dan F-Series Super Duty.

Presiden dan CEO Ford, Jim Farley, menyebut restrukturisasi ini sebagai hasil dari upaya panjang untuk membangun organisasi modern yang terintegrasi.

“Doug telah menjadi mitra yang sangat berharga bagi saya sebagai CEO dan membantu Ford menemukan posisinya di era baru kendaraan listrik berbasis perangkat lunak ini,” ujar Farley.

Dilaporkan oleh Just Auto, Field menyatakan kebanggaannya atas kontribusi Doug selama masa transisi teknologi Ford.

“Produk terobosan pertama dari platform Universal EV sebuah pikap ukuran menengah kini sedang dalam perjalanan menuju jalur produksi,” ujarnya.

Menatap 2030, Ford memproyeksikan sekitar 90 persen kendaraannya akan dilengkapi arsitektur elektrik terbaru dan fitur pembaruan sistem nirkabel (over-the-air).

Hampir 90 persen model global Ford juga akan menawarkan opsi elektrifikasi, termasuk hybrid, extended-range, hingga kendaraan listrik murni (BEV).

Sebagai bagian dari perombakan manajemen, Alan Clarke ditunjuk sebagai Wakil Presiden Proyek Pengembangan Lanjutan dan tetap memimpin tim EV tingkat lanjut.

Sementara itu, Kieran Cahill, Wakil Presiden Manufaktur untuk Eropa dan IMG, akan pensiun pada 1 Mei setelah 37 tahun berkarier di Ford.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement