Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SUV Ford Bronco New Energy Ada Peluang Dijual di Pasar Otomotif Indonesia

SUV Ford Bronco New Energy Ada Peluang Dijual di Pasar Otomotif Indonesia Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kenaikan harga bahan bakar diesel mulai memengaruhi penjualan sejumlah merek otomotif yang selama ini mengandalkan kendaraan niaga dan SUV bermesin diesel, termasuk Ford di kawasan Asia Pasifik melalui model Ranger dan Everest.

Sebagai langkah adaptasi, Ford bersiap menghadirkan lini elektrifikasi terbarunya melalui Ford Bronco New Energy. Mengutip laporan CarExpert, SUV ini dipastikan akan dipasarkan di Australia, negara tetangga di Asia Pasifik yang berbatasan dengan Indonesia.

Dilaporkan kehadiran mobil SUV tersebut sekaligus membuka peluang masuk ke pasar mobil setir kanan (Right-Hand Drive/RHD) lain di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Indonesia.

Bronco New Energy bukan merupakan Ford Bronco konvensional berbasis ladder-frame khas Amerika Serikat. Model ini menggunakan platform monokok atau unibody yang dikembangkan khusus untuk pasar China dan diproduksi oleh JMC.

Sesuai namanya, SUV ini hadir dalam dua pilihan ramah lingkungan, yakni varian listrik murni (EV) dan Range Extender Electric Vehicle (REEV).

Baca Juga: Purbaya Bakal Bebaskan Pajak untuk Pembelian Mobil Listrik Berbasis Nikel

Pada varian EV, Bronco New Energy menggunakan sistem penggerak semua roda (AWD) dengan motor listrik ganda yang menghasilkan tenaga 451 PS atau 332 kW dan torsi 575 Nm.

SUV ini diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 5,3 detik dengan kecepatan maksimum 170 km/jam.

Varian listrik murni tersebut dibekali baterai LFP berkapasitas 105,4 kWh dengan daya jelajah hingga 530 kilometer berdasarkan standar WLTP. Mobil ini juga mendukung pengisian daya cepat DC yang mampu mengisi baterai dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 23 menit.

Sementara itu, varian REEV dibekali mesin bensin turbo 1.5 liter 4-silinder yang berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai.

Meski memiliki tenaga sedikit lebih kecil, yakni 421 PS atau 310 kW, varian ini menawarkan torsi hingga 600 Nm. Dengan kombinasi baterai 43,7 kWh dan tangki bensin 63 liter, Bronco New Energy REEV diklaim mampu menempuh jarak gabungan hingga 1.000 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Meski menggunakan sasis monokok, Ford tetap mempertahankan karakter SUV penjelajah pada Bronco New Energy. Mobil ini dibekali suspensi double-wishbone di depan dan multilink di belakang.

Kemampuan off-road didukung ground clearance 220 mm, kemampuan menerjang air hingga 600 mm, distribusi torsi 50:50, serta opsi pengunci diferensial depan dan belakang.

Ford juga menyematkan delapan mode berkendara dan fitur tank turn bernama “Wild Horse” untuk meningkatkan kemampuan manuver di medan berat.

Secara dimensi, SUV ini lebih besar dibanding Bronco standar lima pintu dengan panjang 5.025 mm, lebar 1.960 mm, tinggi 1.825 mm, serta jarak sumbu roda 2.950 mm.

Desain luarnya tetap mempertahankan siluet boxy khas Bronco lengkap dengan ban serep di pintu belakang. Sentuhan modern hadir melalui gagang pintu flush dan bagasi depan atau frunk berkapasitas 160 liter pada varian EV.

Masuk ke kabin, nuansa SUV premium modern langsung terasa dengan minimnya tombol fisik. Interiornya dilengkapi panel instrumen digital 8,8 inci dan layar sentuh infotainment 15,6 inci.

Fitur standar lainnya meliputi Head-Up Display (HUD) augmented reality 70 inci, sistem audio 1.000 watt dengan 21 speaker, hingga integrasi kecerdasan buatan (AI) DeepSeek.

Ford juga merancang Bronco New Energy agar mendukung aktivitas camping. Kabin mobil dapat diubah menjadi tempat tidur ganda hanya melalui satu tombol. Selain itu tersedia kulkas terintegrasi dan opsi atap pop-up ala camper van yang dapat ditinggikan hingga 36 cm.

Menurut laporan, Ford Bronco New Energy dijadwalkan meluncur di Australia pada akhir 2026 atau awal 2027 dengan kisaran harga AU$48.000 hingga AU$60.000 atau sekitar Rp495 juta hingga Rp620 jutaan.

Kehadiran versi setir kanan ini dinilai menjadi angin segar bagi pasar Asia Tenggara yang mulai mencari alternatif SUV tangguh non-diesel di tengah tren elektrifikasi global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat