Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Keamanan Stok dan Skema Kontrak
Bahlil menekankan, kerja sama dengan Rusia bukan hanya untuk jangka pendek, melainkan kontrak jangka panjang yang secara teori ekonomi berarti lebih dari satu tahun.
Langkah ini merupakan bagian dari Survival Mode Indonesia untuk mengantisipasi ketidakpastian geopolitik global yang seringkali mengganggu rantai pasok energi, seperti yang menimpa fasilitas Saudi Aramco baru-baru ini.
Namun, ia menegaskan langkah merangkul Rusia bukan berarti Indonesia meninggalkan mitra lama.
Pemerintah tetap menambah volume impor dari Amerika Serikat, seiring pertumbuhan konsumsi nasional.
"LPG Amerika malah nambah volumenya, karena konsumsi kita meningkat."
"Jadi kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara, harus ada diversifikasi. Ini adalah soal kedaulatan energi," tegasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement