- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Peringati Hari Bumi, Pertamina Patra Niaga Tanam Ribuan Bibit Mangrove dan Terumbu Karang di Pulau Pramuka
Kredit Foto: Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui program TJSL 'Marine BiodiverSEAty' di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Aksi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi ini difokuskan pada restorasi ekosistem kelautan, untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan mendukung ekonomi biru.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 17 April 2026 tersebut, Pertamina Patra Niaga menanam 3.000 bibit mangrove, 1.000 bibit lamun (seagrass), serta melakukan transplantasi 750 fragmen terumbu karang.
Aksi ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Taman Nasional Kepulauan Seribu, komunitas SEAsoldier, dan masyarakat setempat.
Pemilihan Pulau Pramuka didasari atas statusnya sebagai bagian dari Marine Protected Area (MPA), yang kini mengalami penurunan kualitas ekosistem.
Padahal, wilayah ini memiliki peran vital sebagai penopang ekonomi biru dan potensi ekowisata yang besar bagi Jakarta dan sekitarnya.
Manager CSR PT Pertamina (Persero) Roby Hervindo menjelaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari pilar lingkungan dalam tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kegiatan ini masuk ke dalam kategori pilar lingkungan."
"Upaya ini menjadi perhatian kami semua untuk terus berupaya menjadikan lingkungan lebih baik, sekaligus memitigasi kondisi lingkungan, disertai dengan melakukan aktivitas pemberdayaan masyarakat sekitar,” tutur Roby dalam keterangan resmi.
Senada, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menekankan pentingnya ketiga biota laut tersebut sebagai aset alam yang berfungsi mencegah abrasi serta menyerap karbon.
“Ketiga biota laut ini merupakan aset alam yang tak ternilai harganya."
"Peranannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi pantai, menyediakan habitat bagi berbagai biota, serta kontribusinya dalam mitigasi perubahan iklim menjadikannya sangat penting untuk dilestarikan,” jelas Roberth.
Ia menambahkan, program ini adalah wujud nyata dukungan perusahaan terhadap konservasi keanekaragaman hayati, dan pencapaian target keberlanjutan lingkungan di Indonesia.
Apresiasi juga datang dari organisasi non-pemerintah, SEAsoldier.
Perwakilan SEAsoldier Dinni Septianingrum menyoroti potensi besar karbon biru dari ekosistem laut Indonesia.
“Upaya ini adalah langkah yang sangat penting dan memastikan apa yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi laut, lingkungan, dan masyarakat,” kata Dinni.
Ia menjelaskan, karbon biru yang diserap oleh ekosistem pesisir sangat krusial dalam menghadapi perubahan iklim global.
Sementara, Sahbudin selaku perwakilan masyarakat lokal, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pertamina terhadap pilar konservasi di wilayah mereka.
“Terima kasih atas aksi nyata yang dilakukan melalui program ini, serta dukungan yang diberikan dalam berbagai upaya konservasi terhadap sistem penyangga kehidupan."
"Di masa depan kami memiliki pilar pemulihan ekosistem."
"Besar harapan kami semua pihak juga bisa ikut mendukung dan juga berperan aktif,” harapnya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pulihkan Sungai Musi: Program Belida Dongkrak Ekonomi Warga
Program 'Marine BiodiverSEAty' ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 mengenai penanganan perubahan iklim, poin 14 tentang ekosistem lautan, serta poin 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui langkah ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan, perlindungan laut memerlukan sinergi kolektif demi masa depan generasi mendatang. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement