Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Irama Inklusi di Kuala Tanjung, Sinergi Masyarakat dan Inalum Ubah Sisa Jadi Asa

Irama Inklusi di Kuala Tanjung, Sinergi Masyarakat dan Inalum Ubah Sisa Jadi Asa Kredit Foto: Bank Sampah Berseri

Dampak Nyata, Dari Lingkungan Hingga Penghidupan

Perubahan yang dihadirkan perlahan mulai terasa.

Setiap hari, kelompok ini mampu mengelola hingga 1–1,5 ton sampah, yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir.

Sebagian diolah menjadi pakan maggot, pupuk organik, hingga bahan baku produk daur ulang.

Lingkungan yang semula dipenuhi sampah kini berangsur lebih tertata.

Warga mulai terbiasa memilah sampah dari rumah, sekaligus memahami limbah memiliki nilai ekonomi.

Dari sisi ekonomi, program ini membuka sumber pendapatan baru.

Warga dapat menabung sampah dan menukarkannya dengan uang atau kebutuhan pokok.

Di sisi lain, aktivitas turunan seperti peternakan ikan, ayam, dan bebek dari pakan maggot ikut memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

''Konsep kami sederhana, sampah itu jangan dibuang sembarangan."

"Dipilah dulu, mana yang organik, mana yang bisa punya nilai ekonomi."

"Di bank sampah, masyarakat bisa menabung."

"Sampah itu kami beli sesuai harga, nanti bisa diambil uangnya atau ditukar kebutuhan pokok,” jelasnya.

Tak hanya itu, nilai tambah juga tercipta dari produk kreatif seperti kursi dari kayu palet, kertas daur ulang, hingga paper bag.

Meski masih dalam skala terbatas, produk-produk ini mulai mendapat tempat, termasuk dukungan pemanfaatan dari kegiatan internal Inalum.

Dampak sosial pun tak kalah penting.

Selain membuka lapangan kerja, kelompok ini aktif merangkul anak putus sekolah melalui fasilitasi pendidikan Paket B dan C.

Sebagian di antaranya kini turut terlibat dalam aktivitas bank sampah, sehingga memiliki keterampilan sekaligus penghasilan.

“Kami juga ada program untuk adik-adik yang putus sekolah."

"Kami bantu urus Paket B dan Paket C, supaya mereka punya ijazah dan ke depan bisa lebih mudah mencari kerja."

"Harapan kami, mereka juga bisa ikut terlibat di kegiatan ini,” beber Untung.

Lebih jauh, inisiatif ini juga menumbuhkan semangat gotong royong di masyarakat.

Kegiatan bersama, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan sampah, menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas warga.

Perubahan memang belum sepenuhnya merata.

Oleh sebab itu, Untung dan kelompoknya berencana memperluas jangkauan layanan door-to-door ke dusun-dusun.

Dalam hal ini Untung berharap adanya bantuan tambahan armada pengangkut sampah.

''Harapan saya ke depan ya semoga ada bantuan armada, sehingga kita bisa memperluas jangkauan pengangkutan sampah dengan langsung menjemputnya ke rumah warga."

"Selain itu saya juga berharap anak-anak binaan yang melanjutkan pendidikannya hingga Paket C dapat diperhatikan."

"Mungkin bisa dipekerjakan oleh Inalum pada bagian-bagian yang memungkinkan gitu, supaya hidupnya lebih cerah ke depan," harap Untung. 

Baca Juga: Lampaui Kepatuhan, Strategi Keberlanjutan INALUM Diganjar PROPER Emas dan Hijau

Kolaborasi yang terjalin apik antara masyarakat lokal dan Inalum, menjadi potret positif untuk menciptakan keharmonisan antara industri, lingkungan, dan manusia. 

Keberhasilan program Inalum ini juga menjadi salah satu basis penilaian Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendali Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyematkan predikat Emas dan Hijau, dalam anugerah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025. (*)

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement