Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Harga bitcoin melonjak pada perdagangan pagi hari di Kamis (23/4). Kenaikan ini menandai upaya breakout yang mulai mendapatkan momentum setelah beberapa bulan tertahan dalam level resistensi akibat perang dari Iran, Israel dan Amerika Serikat.
Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini mencapai level dari US$79.000. Level tersebut merupakan level tertinggi dari aset kripto unggulan tersebut sejak awal dari Februari.
Baca Juga: Tether Borong Bitcoin Lagi, Cadangan Tembus 97.000 BTC
Penguatan bitcoin terjadi setelah adanya pengumuman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyatakan akan memperpanjang gencatan senjatasambil tetap mempertahankan blokade laut di Selat Hormuz, Iran. Meski demikian, ketidakpastian terkait negosiasi damai masih membayangi pasar.
Sementara Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan bahwa pihaknya telah menembaki dua kapal bernama MSC Francesca dan Epaminondas. Kedunya berbendera Panama dan Liberia. Pihaknya menilai bahwa kedua kapal tersebut telah beroperasi tanpa izin serta memanipulasi sistem navigasi mereka. Tuduhan ini menjadi dasar tindakan penyitaan oleh Iran.
Epaminondas diketahui dilaporkan ditembaki sekitar 15 mil laut barat laut Oman. Kapal tersebut mengalami kerusakan pada bagian anjungan setelah terkena tembakan dan granat berpeluncur roket dari kapal cepat milik IRGC.
Ia sendiri membawa 21 awak yang terdiri dari warga Ukraina dan Filipina. Tidak ada laporan korban jiwa, namun kapal mengalami kerusakan signifikan akibat serangan tersebut.
MSC Francesca di sisi lain juga terkena tembakan sekitar delapan mil laut dari wilayah Iran. Namun kapal tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan dan seluruh awak dinyatakan selamat. Satu kapal lainnya juga ditembaki, tetapi berhasil melanjutkan pelayaran tanpa kerusakan.
IRGC kini memperingatkan gangguan keamanan terhadap Selat Hormuz. Pihaknya menyatakan bahwa setiap gangguan terhadap keamanan jalur tersebut akan dianggap sebagai “garis merah” terhadap gencatan senjata antara pihaknya dengan Israel dan Amerika Serikat.
Dengan hal ini, arah jangka pendek bitcoin masih sangat bergantung pada perkembangan makro dan geopolitik. US$72.000 akam menjadi support penting, sementara di sisi lain, terdapat potensi kenaikan bisa tertahan di US$80.000.
Adapun data derivatif menunjukkan peluang kenaikan lanjutan. K33 Analyst, Vetle Lunde mencatat bahwa posisi trader masih dominan bearish dengan funding rate tujuh hari mendekati level terendah dalam tiga tahun.
"Peningkatan leverage bersamaan dengan funding negatif yang dalam menunjukkan posisi short terus bertambah, meningkatkan kemungkinan dan besarnya short squeeze," ungkapnya.
US$80.000 akan menjadi area krusial bagi bitcoin karena bertepatan dengan harga rata-rata pembelian investor jangka pendek. Investor jenis ini cenderung lebih sensitif terhadap volatilitas dan berpotensi melakukan aksi jual saat harga menguat.
Jika Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, hal ini dapat memperkuat tren bullish. Namun, jika gagal, pasar berisiko mengalami tekanan jual kembali akibat aksi profit-taking.
Baca Juga: Pakistan Mulai Longgarkan Aturan Soal Bitcoin Cs
Meski momentum positif mulai terlihat, pasar kripto masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama perkembangan geopolitik dan kebijakan global. Kondisi ini membuat pergerakan bitcoin tetap volatil dalam jangka pendek.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: