Kredit Foto: Dok. Kemenpar
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui kolaborasi strategis dengan mitra global, Swisscontact.
Kerja sama ini dilakukan melalui penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, khususnya di lingkungan Politeknik Pariwisata (Poltekpar), guna mewujudkan SDM pariwisata yang berdaya saing global.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui Steering Committee Meeting yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan industri pariwisata.
Poltekpar memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang terampil, adaptif, dan berdaya saing, sehingga mampu terserap secara optimal di dunia industri.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
“Oleh karena itu, penting bagi seluruh pihak untuk memastikan kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Martini Paham, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Kamis (23/4).
Kegiatan Steering Committee Meeting dihadiri oleh sejumlah mitra strategis, antara lain perwakilan SECO Indonesia, Perhimpunan Praktisi Vokasi Sistem Ganda Indonesia, Wise Steps Foundation, serta pimpinan dan jajaran Poltekpar.
Dalam forum tersebut, sejumlah pihak memaparkan capaian program kerja sama yang telah berjalan serta rencana program ke depan yang mencakup berbagai pendekatan inovatif dalam pendidikan vokasi. Program tersebut meliputi Industry Based Curricula, Industry Based Learning, Project Based Learning, Adult Learning Program, hingga Young Professional Program. Seluruh program dirancang untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan kesiapan kerja lulusan.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya institusionalisasi program kerja sama di lingkungan Poltekpar, agar kolaborasi yang telah terbangun dapat berkelanjutan dan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia.
Kerja sama antara Kemenpar dan Swisscontact sendiri telah berlangsung sejak 2018, dan saat ini memasuki fase kedua yang berjalan pada periode 2024 hingga 2027. Fase ini diarahkan untuk memperluas dampak program, memperkuat kualitas implementasi, serta memastikan keberlanjutan hasil yang telah dicapai.
Martini menegaskan penguatan komitmen seluruh Poltekpar menjadi kunci dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi pariwisata yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak.
Baca Juga: Standar Kompetensi Pariwisata Naik Level, 483 Skema Baru Siap Menguji Profesi
Baca Juga: Gastronomi Jadi Senjata Pariwisata RI, Kemenpar Tekankan 6 Aspek Kunci
“Langkah ini penting untuk mempercepat pengembangan SDM unggul yang mampu mendukung pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan, Kemenpar optimistis penguatan pendidikan vokasi pariwisata akan semakin mampu mencetak talenta-talenta unggul yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kemajuan sektor pariwisata nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya