Kredit Foto: Kementerian ESDM
"Jadi perkeretaapian, (engine) kereta kan pelan ya, kategorinya kan low speed engine, kalau otomotif ini speed engine-nya paling tinggi. Nah itu bisa dipastikan pasti akan jalan untuk kereta. Nah nanti kita lihat di perkeretaapian ini filternya seperti apa," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengelola Sarana Prasarana PT KAI (Persero), Heru Kuswanto, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi energi hijau tersebut demi menjaga keberlanjutan sektor transportasi massal.
Baca Juga: Siap Adopsi B50, Liebherr Luncurkan Ekskavator G8 Berteknologi Power Efficiency
"Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang optimal, tidak hanya untuk pengembangan teknologi perkeretaapian, tetapi juga sektor ini mendukung transisi energi, menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," tandas Heru.
Uji coba B50 pada kereta api ini dilakukan melalui dua skema, yakni uji pada genset kereta rute Yogyakarta-Jakarta selama 2.400 jam dan pengujian lokomotif di Surabaya selama enam bulan. Program ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi kemandirian energi nasional saat mandatori B50 resmi diterapkan secara nasional pada awal Juli 2026 mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman