Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

The Fed Tahan Suku Bunga, Begini Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (30/4)

The Fed Tahan Suku Bunga, Begini Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (30/4) Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin kembali melemah pada perdagangan pagi hari di Kamis (30/4). Hal ini terjadi menyusul keputusan suku bunga hingga belum adanya tanda-tanda upaya damai membuatkan hasil untuk menghentikan perang dari Iran dan Amerika Serikat.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini turun hingga US$76.000. Padahal ia sebelumnya merangkak naik hingga berhasil menyentuh level dari US$78.000. Pergerakan ini sendiri sudah berulang kali terjadi jelang akhir bulan dari April 2026.

Baca Juga: Tameng Lawan Inflasi, Miliarder Amerika Serikat Sebut Bitcoin Lebih Unggul dari Emas

Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The  Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran dari 3,5–3,75% di Federal Open Market Committee, Rabu (29/4).

Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan kebijakan tersebut dinilai masih tepat untuk mendukung target inflasi dua persen dan stabilitas pasar tenaga kerja.

“Kami melihat sikap kebijakan moneter saat ini sebagai hal yang tepat untuk mendorong kemajuan menuju target lapangan kerja dan inflasi 2%,” ujarnya.

Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada pertemuan kali ini. Namun, The Fed tetap memberi sinyal kemungkinan pelonggaran kebijakan (easing) ke depan.

Di balik keputusan tersebut, muncul perbedaan pandangan yang cukup tajam di antara anggota dewan. Sebanyak delapan anggota komite bank sentral mendukung mempertahankan suku bunga dengan kecenderungan pelonggaran.

Sementara itu, empat anggota menyatakan dissent (perbedaan pendapat) dengan posisi yang tidak seragam. Hal ini menjadi tingkat perbedaan tertinggi sejak 1992.

Dari Timur Tengah, Iran buka suara terkait konfliknya dengan Amerika Serikat. Meski ada gencatan senjata, pihaknya menilai bahwa konflik belum usai dengan negara tersebut, menyusul belum adanya kesepakatan damai dengan Washington.

Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa negaranya tidak akan lengah dengan menganggap konflik telah selesai dengan Amerika Serikat.

"Kami tidak menganggap perang telah berakhir. Sejak pertempuran berhenti dan gencatan senjata terjadi, tidak ada kepercayaan terhadap mereka dan musuh-musuh kami," ujar Akraminia.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan kesiapsiagaan militer seperti saat konflik berlangsung dengan mewaspadai setiap manuver yang dilakukan oleh sekutu dan Amerika Serikat.

"Kami terus bertindak seperti saat perang; melakukan upaya serius untuk memperbarui daftar target," katanya.

Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan operasi militernya terhadap negara tersebut berjalan dengan baik di Iran. Menurutnya, segala sesuatu yang dilakukannya sesuai denga rencana dari Washington.

Baca Juga: Inilah Alasan Harga Bitcoin Gagal Tembus US$80.000

Trump juga kembali menegaskan posisi tegas pemerintahannya terkait program nuklir dari Iran. Ia sebelumnya dilaporkan tidak senang atas prorposal dari Iran. Ia tidak puas dengan proposal itu karena hal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir dari Teheran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: