Aset Capai Rp27,68 Triliun, Calon Dirut Baru Bank Kalbar Siap Perkuat Ekonomi Daerah
Kredit Foto: Bank Kalbar
Bank Kalbar mencatat total aset sebesar Rp27,68 triliun pada 2025, seiring penunjukan Edy Kusnadi sebagai calon Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini diarahkan untuk memperkuat peran bank pembangunan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, terutama melalui ekspansi pembiayaan sektor produktif.
Edy menyatakan kinerja keuangan Bank Kalbar berada dalam kondisi solid dengan indikator utama yang terjaga. “Bank Kalbar adalah Bank dengan kondisi yang sangat sehat, dapat dilihat dari kinerja keuangan Bank Kalbar pada tahun 2025 dengan Risiko kredit rendah (NPL Gross 1,85% dan Net 0,58%), Efisiensi operasional baik (BOPO 69,94%), Permodalan yang sangat kuat (CAR 36,97%), Profitabilitas stabil (ROA 2,61% dan ROE 12,28%) dan Likuiditas yang terjaga (LDR 85,59%),” ujar Edy.
Selain itu, struktur aset menunjukkan dominasi aset produktif yang menopang kinerja laba. “Bank Kalbar mempunyai Total Aset pada tahun 2025 mencapai Rp27,68 Triliun dengan Aset Produktif tercatat sebesar Rp26,75 Triliun. Hal tersebut menunjukkan dominasi aset yang menghasilkan pendapatan dengan mencetak Laba bersih Tahun 2025 mencapai Rp511 Miliar, Bank Kalbar sangat siap dalam mendukung Program Pemerintah untuk meningkatkan Ekonomi Daerah,” kata Edy.
Kinerja tersebut menjadi basis strategi ekspansi yang akan difokuskan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga 31 Maret 2026, penyaluran kredit UMKM Bank Kalbar tercatat sebesar Rp2,93 triliun kepada lebih dari 19 ribu debitur.
“Upaya Bank Kalbar dalam meningkatkan Ekonomi Daerah, dapat dinilai dari Penyaluran Kredit UMKM yang mencapai Rp2,93 Triliun dengan jumlah Debitur mencapai 19 ribu lebih nasabah berdasarkan data terakhir Per 31 Maret 2026. Bahkan Bank Kalbar siap meningkatkan porsi UMKM lebih besar dari tahun 2025,” ujar Edy.
Dari sisi struktur pembiayaan, porsi kredit UMKM yang mencapai 16,40% menunjukkan ruang ekspansi yang masih terbuka. Penguatan sektor ini dinilai strategis dalam mendorong inklusi keuangan dan memperluas basis ekonomi daerah.
Dalam rencana pengembangan bisnis, Bank Kalbar menekankan penerapan manajemen risiko yang terintegrasi sebagai fondasi ekspansi. “Penambahan Kredit UMKM tetap menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi, penguatan fungsi kepatuhan, serta pelaksanaan audit secara berkala sebagai bagian dari three lines of defense,” tambah Edy.
Baca Juga: Perbankan Nasional Diharapkan Perkuat Komitmen Keuangan Berkelanjutan
Baca Juga: Smesco Hubungkan UMKM dengan Bank dan Fintech untuk Perluas Pembiayaan
Baca Juga: BI Gelontorkan Rp427,9 Triliun untuk Jaga Perbankan di Tengah Krisis Global
Secara keseluruhan, kondisi permodalan yang kuat dengan CAR 36,97% memberikan ruang bagi Bank Kalbar untuk memperluas intermediasi, sementara rasio kredit bermasalah yang rendah menjaga kualitas aset di tengah ekspansi pembiayaan.
Penunjukan calon direktur utama di tengah kinerja keuangan yang solid ini mencerminkan upaya penguatan peran bank daerah sebagai motor penggerak ekonomi regional, terutama melalui optimalisasi pembiayaan sektor produktif dan UMKM.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: