Redam Dominasi China, Jepang Tawarkan Kapal Perang dan Kapal Selam ke Indonesia
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, melakukan lawatan ke Asia Tenggara pekan ini dengan membawa misi strategis, yakni memperkuat pertahanan Indonesia dan Filipina dalam menghadapi ambisi maritim China.
Penjualan kapal fregat dan kapal selam dilaporkan menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut. Koizumi tiba di Jakarta pada Senin (4/5) untuk menandatangani pakta kerja sama pertahanan dengan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.
Kesepakatan ini terjalin tak lama setelah Tokyo mencabut larangan ekspor senjata dan juga terjadi perubahan kebijakan yang mendobrak doktrin pasifis Jepang pasca-Perang Dunia II tersebut, kini memungkinkan Tokyo untuk mentransfer alutsista ke 17 negara mitra pertahanan.
Setelah dari Jakarta, Koizumi akan bertolak ke Filipina. Di sana, pasukan Jepang diketahui tengah berlatih bersama tentara Amerika Serikat dalam latihan militer tahunan bertajuk Balikatan.
South China Morning Post menyebut tur lima hari Koizumi ini merupakan langkah yang dirancang untuk mencegah dominasi China di kawasan.
"Memberdayakan negara-negara Asia Tenggara akan meningkatkan daya tawar diplomatik mereka terhadap China dalam sengketa maritim," ujar Yoichiro Sato, pakar keamanan dari Ritsumeikan Asia Pacific University Jepang dan peneliti di Korea Institute for Maritime Strategy.
Menurut Sato, empati Tokyo terhadap negara-negara Asia Tenggara tumbuh seiring dengan tekanan maritim serupa yang mereka hadapi dari China.
Di tengah posisi Asia Tenggara yang semakin terjepit antara ketegangan China dan Amerika Serikat, Jepang tampaknya sengaja menempatkan diri sebagai opsi ketiga.
Pengamat Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Alfin Febrian Basundoro, menyebut bahwa kawasan Asia Tenggara memang tengah mencari mitra keamanan yang dapat diandalkan.
"Jepang pada gilirannya berusaha menjadi penyedia keamanan alternatif bagi negara-negara kekuatan menengah di kawasan ini," kata Alfin.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan RI, Rico Ricardo Sirait, menyatakan pakta tersebut juga "membuka peluang kerja sama di bidang alutsista dan teknologi pertahanan."
Para analis meyakini, pernyataan tersebut mengarah pada potensi pembelian hingga delapan kapal fregat kelas Mogami senilai sekitar US$2,2 miliar atau pengadaan armada kapal selam bekas pakai dari Jepang yang kesepakatannya masih dinegosiasikan.
Selain karena industri pertahanan Jepang telah memenuhi standar NATO, langkah ini dinilai sejalan dengan prioritas strategis Indonesia untuk memodernisasi militernya melalui kemitraan dengan negara maju.
Menjelang kunjungan Koizumi, sejumlah laporan media di Jepang juga mengonfirmasi bahwa Tokyo tengah menimbang opsi untuk mentransfer kapal angkatan laut yang telah pensiun, seperti kapal perusak dan kapal selam, kepada negara-negara di Asia Tenggara ketimbang menghancurkannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: