Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Selain stimulus, pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dalam menjaga likuiditas sistem keuangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasar tetap terjaga di tengah dinamika global.
Di sisi pembiayaan, pemerintah akan melakukan diversifikasi melalui penerbitan obligasi berdenominasi yuan (panda bond) di China. Instrumen ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS serta memperluas sumber pendanaan.
“Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan bond dalam panda bond di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi,” kata Purbaya.
Diversifikasi pembiayaan tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat ketahanan ekonomi terhadap tekanan eksternal.
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Airlangga Klaim Tertinggi di Negara G20
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menyampaikan pesan Presiden terkait kondisi fiskal pemerintah yang dinilai tetap kuat.
“Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup. Duitnya banyak, jadi Anda tidak usah takut,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: