Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OCBC Indonesia Akuisisi Bisnis Wealth HSBC, AUM Senilai Rp89,8 Triliun

OCBC Indonesia Akuisisi Bisnis Wealth HSBC, AUM Senilai Rp89,8 Triliun Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC Indonesia mengumumkan rencana akuisisi lini bisnis Wealth and Premier Banking milik PT Bank HSBC Indonesia. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada 4 Mei 2026 antara kedua belah pihak.

"Pada tanggal 4 Mei 2026, Perseroan dan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia), menandatangani Perjanjian dimana Perseroan, tunduk pada dipenuhinya persyaratan pendahuluan sebagaimana tercantum dalam Perjanjian, akan mengakuisisi aset dan liabilitas Wealth and Premier Banking dari HSBC Indonesia," kata Direktur NISP, Hartati.

Ia menegaskan bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi antara kedua entitas, sebagaimana diatur dalam regulasi pasar modal. Dengan demikian, transaksi ini tidak tergolong sebagai transaksi afiliasi sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

"Nilai transaksi ditentukan berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian dan tunduk pada penyesuaian yang dibuat para pihak setelah penyelesaian transaksi. Sumber dana untuk transaksi tersebut berasal dari dana internal Perseroan," ujar Hartati.

Transaksi ini melibatkan pengalihan aset dan liabilitas IWPB HSBC Indonesia kepada OCBC Indonesia. Total AUM yang akan dialihkan adalah Rp89,8 triliun.

Itu terdiri dari investasi nasabah dalam obligasi, reksa dana, serta asuransi sebesar Rp58,2 triliun dan simpanan nasabah sebesar Rp31,6 triliun. Sebagai bagian dari transaksi tersebut, akan dialihkan pula portofolio small retail loans nasabah sebesar Rp3,6 triliun.

Transaksi yang diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan OCBC Indonesia ini diharapkan rampung pada kuartal kedua 2027.

"Transaksi ini diharapkan dapat memperluas dan memperkuat bisnis konsumer Perseroan, serta mendukung pertumbuhan basis nasabah, sejalan dengan strategi pengembangan bisnis Perseroan," imbuh Hartati. 

Sebagai informasi tambahan, layanan Wealth And Premier Banking milik HSBC Indonesia merupakan salah satu platform retail banking dan wealth management milik asing terbesar di Indonesia dan secara konsisten diakui sebagai pengelola kekayaan kelas atas di Indonesia. IWPB Indonesia melayani lebih dari 336.000 nasabah melalui 26 cabang yang dimilikinya.

Baca Juga: Kinerja OCBC Makin Kinclong, Dana Murah dan Kredit Sama-Sama Naik

Baca Juga: Laba OCBC NISP Tembus Rp5,1 T, Tumbuh 4%

Basis nasabah IWPB Indonesia sangat melengkapi OCBC di Indonesia, sehingga membuka peluang yang signifikan untuk memperluas bisnis wealth management. Setelah transaksi ini selesai, AUM OCBC Indonesia diperkirakan akan meningkat sekitar 25% serta mendorong pertumbuhan saldo kartu kredit lebih dari 150%.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC Indonesia mengatakan, “Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia. International Wealth and Premier Banking milik HSBC Indonesia memiliki kapabilitas yang kuat, basis nasabah yang solid, serta keahlian mendalam untuk menyediakan solusi wealth management yang komprehensif."

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri