Kredit Foto: Istimewa
Dari sisi sektor usaha, upah tertinggi tercatat pada sektor aktivitas keuangan dan asuransi sebesar Rp5,05 juta, disusul pertambangan dan penggalian Rp4,95 juta, serta aktivitas penerbitan dan telekomunikasi Rp4,75 juta. Sebaliknya, upah terendah terdapat pada sektor aktivitas jasa lainnya sebesar Rp2 juta dan sektor pertanian Rp2,43 juta.
Laporan BPS juga menunjukkan struktur pasar tenaga kerja Indonesia masih didominasi sektor berproduktivitas rendah. Lapangan usaha terbesar penyerap tenaga kerja masih berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan porsi 28,78% atau 42,49 juta pekerja. Posisi berikutnya ditempati perdagangan besar dan eceran sebesar 17,95% serta industri pengolahan sebesar 13,57%.
Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2026 tercatat sebesar 4,68%, turun 0,08 persen poin dibanding Februari 2025. Namun pengangguran usia muda masih tinggi. TPT kelompok usia 15–24 tahun mencapai 16,36%, jauh di atas rata-rata nasional.
Baca Juga: BPS: Jumlah Pengangguran di Indonesia Turun Jadi 7,24 Juta Orang dan Kualitas Pekerjaan Meningkat
Baca Juga: BPS Catat Angka Pengangguran Turun Jadi 7,24 juta Orang
BPS juga mencatat pekerja tidak penuh masih mencapai 33,23% dari total penduduk bekerja. Dari jumlah tersebut, pekerja paruh waktu mencapai 25,97%, sedangkan tingkat setengah pengangguran sebesar 7,27%.
Jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2026 mencapai 154,91 juta orang, naik 1,86 juta orang dibanding periode yang sama tahun lalu. Adapun jumlah penduduk bekerja tercatat sebesar 147,67 juta orang.
BPS menyebut pembaruan klasifikasi lapangan usaha melalui KBLI 2025 mulai diterapkan dalam Sakernas Februari 2026 untuk menyesuaikan dinamika ekonomi baru, termasuk transformasi digital, model bisnis berbasis platform, serta penguatan hilirisasi industri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: