Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Siap Guyur Lagi Insentif Mobil Listrik, Investor Asing Sudah Masuk Rp44 Triliun

Pemerintah Siap Guyur Lagi Insentif Mobil Listrik, Investor Asing Sudah Masuk Rp44 Triliun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah bersiap kembali mengguyur insentif kendaraan listrik mulai Juni 2026. Skema subsidi untuk mobil dan motor listrik itu disebut tidak akan jauh berbeda dengan program bantuan yang pernah dijalankan sebelumnya.

Langkah tersebut langsung menjadi perhatian karena pemerintah kembali menggelontorkan stimulus besar di tengah upaya mempercepat transisi energi nasional. Selain menekan konsumsi bahan bakar minyak atau BBM, kebijakan ini juga diyakini bakal menjadi magnet baru bagi investasi asing di sektor kendaraan listrik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan saat ini pemerintah sedang menyiapkan aturan teknis terkait pemberian insentif kendaraan listrik tersebut. Menurutnya, pola insentif yang digunakan hampir sama dengan skema sebelumnya.

“Kira-kira nanti modelnya akan tidak terlalu berbeda dengan model yang pernah kita pergunakan ketika kita memberikan insentif untuk mobil listrik dan bantuan pembelian untuk motor listrik,” ujar Agus di Badung, Bali, Jumat (8/5/2026).

Agus menjelaskan Kementerian Perindustrian kini tengah menyiapkan Peraturan Menteri Perindustrian atau Permenperin sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut.

Targetnya, program insentif kendaraan listrik sudah mulai berjalan pada Juni 2026. Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah membidik implementasi insentif kendaraan listrik dimulai awal Juni mendatang.

Ia menyebut kebijakan itu bertujuan mengurangi konsumsi BBM masyarakat.

“Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan. Yang jelas, saya ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan,” kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Jakarta.

Pemerintah menilai pola konsumsi energi masyarakat harus mulai diubah dari ketergantungan terhadap BBM menuju penggunaan listrik. Karena itu, kendaraan listrik diposisikan sebagai bagian penting dalam strategi transisi energi nasional.

Di sisi lain, kebijakan insentif kendaraan listrik juga disebut berdampak besar terhadap masuknya investasi asing ke Indonesia. Institute for Development of Economics and Finance atau Indef menilai stimulus EV berhasil menarik minat produsen global membangun basis produksi di Tanah Air.

Baca Juga: Purbaya Siapkan Insentif PPN DTP Mobil Listrik Hingga 100 Persen

Indef mencatat investasi asing di sektor kendaraan listrik Indonesia mencapai 2,73 miliar dolar AS atau sekitar Rp44 triliun dalam tiga tahun terakhir. Angka tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kebijakan insentif EV mampu mendorong pertumbuhan industri baru di dalam negeri.

Selain mempercepat transisi energi, Indef menilai kebijakan tersebut juga bisa memperkuat ekonomi nasional dalam jangka panjang. Pemerintah pun diyakini ingin menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik di kawasan Asia.

Meski begitu, rencana pemberian insentif kembali untuk kendaraan listrik diperkirakan tetap memicu perdebatan publik. Sebab, sebagian masyarakat masih mempertanyakan efektivitas subsidi EV di tengah kondisi ekonomi dan harga BBM yang terus menjadi perhatian masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: