Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Telur Anjlok, Bapanas dan Bulog Pasok Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Produksi Peternak

Harga Telur Anjlok, Bapanas dan Bulog Pasok Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Produksi Peternak Kredit Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Warta Ekonomi, Magetan -

Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog resmi memulai pendistribusian perdana jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 250 ton di Kabupaten Magetan, Sabtu (9/5/2026). Langkah strategis ini diambil guna menekan biaya produksi peternak unggas di tengah tren depresiasi harga telur di tingkat produsen.

Direktur SPHP Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, menegaskan penyaluran jagung SPHP tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak layer mandiri, mikro, kecil, dan menengah. Harga jagung dalam program ini dipatok maksimal Rp5.500 per kilogram (kg) di tingkat peternak, lebih rendah dibandingkan harga pasar saat ini yang mencapai Rp6.600 per kg.

“Tidak boleh lebih dari Rp5.500. Harapannya ini bisa sedikit mengurangi beban peternak karena saat ini harga telur turun, sementara biaya pakan masih cukup tinggi,” ujar Maino saat melepas distribusi perdana di Gudang Bulog Gulun Magetan.

Pendistribusian perdana sebesar 250 ton dilakukan berdasarkan pesanan (purchase order/PO) dari dua koperasi peternak melalui platform digital Klik SPHP Jagung. Bapanas mengalokasikan total 7.900 ton jagung SPHP untuk wilayah Magetan yang dapat diakses hingga akhir 2026.

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Bapanas Perkuat Hilirisasi Singkong

Baca Juga: Stok Kedelai Aman, Bapanas Jaga Pasokan untuk Perajin Tahu-Tempe

Baca Juga: Produksi Pangan Konsisten Jadi Penopang Ekonomi dan Penahan Inflasi

Maino memastikan kualitas stok jagung Bulog di Magetan memiliki standar lebih baik dengan kadar air 12% hingga 14%, dibandingkan jagung di pasar reguler yang rata-rata memiliki kadar air 16% hingga 17%.

“Hari ini kami bersama Ibu Bupati Magetan telah memastikan stok jagung pakan program SPHP berkualitas baik. Jadi program SPHP jagung pakan untuk Magetan mulai hari ini telah mulai dijalankan,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri