Membangun Stabilitas Tanpa Kepercayaan: Makna KTT Trump-Xi
Oleh: Mahendra Siregar, Ekonom dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2018-2019)
Kredit Foto: Reuters
Isu-Isu Geopolitik
Isu geopolitik seperti Perang Iran, Taiwan, dan Perang Ukraina tentu akan dibahas, tetapi lebih sebagai batas risiko daripada ruang kompromi utama. Dalam KTT ini, ekonomi menjadi ruang kesepakatan, sedangkan geopolitik lebih berfungsi sebagai ruang pengendalian risiko.
Dalam isu Iran, AS berkepentingan menekan RRT agar tidak memperkuat posisi Teheran secara ekonomi maupun teknologi. Washington juga ingin Beijing menggunakan pengaruh ekonominya terhadap Iran, terutama terkait energi dan keamanan jalur pelayaran. Namun, RRT tidak ingin menjadi penengah perang itu, apalagi terlihat mengikuti tekanan AS terhadap Iran maupun strategi politik Washington di Timur Tengah. Kepentingan strategis, pasokan energi, stabilitas kawasan, dan rantai pasok RRT terlalu penting untuk dikorbankan begitu saja. Karena itu, peran Beijing dalam isu Iran kemungkinan lebih bersifat terbatas: membantu meredakan risiko, tetapi bukan menjadi perpanjangan tangan strategi AS.
Dalam isu Taiwan, Beijing akan tetap meminta konsistensi AS pada prinsip “One China”, sementara Washington kemungkinan tidak akan memberikan konsesi besar. Namun, pertanyaan strategisnya adalah apakah pendekatan luar negeri Presiden Trump yang transaksional dan pragmatis dapat menciptakan persepsi bahwa komitmen AS terhadap Taiwan menjadi lebih dapat dinegosiasikan. Kekhawatiran sekutu AS bukan semata pada perubahan formal kebijakan, melainkan pada sinyal politik yang dapat dibaca Beijing sebagai pelemahan determinasi Washington.
Dalam isu Ukraina, perbedaan posisi kedua negara tampaknya terlalu dalam untuk diselesaikan dalam satu KTT. Begitu pula berbagai isu geopolitik lain, termasuk perbedaan kepentingan di Indo-Pasifik, kemungkinan tidak akan menjadi pusat kesepakatan utama. Isu-isu tersebut tetap penting, tetapi lebih sebagai latar belakang strategis yang membatasi ruang kompromi kedua negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: