Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Biomedis RI Didorong Perkuat Inovasi Berbasis Riset

Industri Biomedis RI Didorong Perkuat Inovasi Berbasis Riset Kredit Foto: Prodia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri kesehatan nasional mulai mengarah pada pengembangan sistem layanan yang lebih preventif dan prediktif seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi berbasis biomarker, big data, dan artificial intelligence (AI) dalam riset biomedis.

Perkembangan tersebut menjadi sorotan dalam ajang Prodia Science Award 2026 yang digelar Prodia Education and Research Institute (PERI). Kegiatan tersebut dihadiri akademisi, peneliti, klinisi, dan pelaku industri kesehatan untuk mendorong penguatan inovasi berbasis riset di sektor biomedis.

Mengusung tema “Biomedical Innovation for Prevision Health”, forum tersebut menyoroti pentingnya transformasi industri kesehatan menuju sistem yang lebih presisi, efisien, dan berbasis data.

Ketua Dewan Pengurus PERI Endang Hoyaranda mengatakan pengembangan inovasi kesehatan berbasis riset menjadi kebutuhan di tengah meningkatnya tantangan penyakit kronis dan tuntutan efisiensi sistem kesehatan.

Menurut dia, Prodia Science Award merupakan pengembangan dari program Research Grant yang sebelumnya dijalankan perusahaan untuk memperkuat ekosistem penelitian kesehatan nasional.

“Melalui Prodia Science Award 2026, PERI bersama Prodia berharap dapat terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Endang dalam keterangannya.

Founder dan Komisaris Utama Prodia sekaligus Chairman PERI Dr. Andi Wijaya mengatakan transformasi industri kesehatan saat ini semakin bergantung pada kemampuan analisis data dan teknologi prediksi risiko kesehatan.

Ia menyebut pengembangan riset, publikasi ilmiah, serta pembentukan perusahaan pendukung biomedical innovation menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional.

Forum tersebut juga menghadirkan pemaparan Dewi Muliaty mengenai perkembangan industri biomedis dan kebutuhan inovasi berbasis riset dalam mendukung sistem kesehatan masa depan.

Dalam ajang tersebut, Prodia dan PERI memberikan penghargaan kepada tiga penelitian dari berbagai institusi di Indonesia yang dinilai memiliki potensi implementasi dalam pengembangan layanan kesehatan.

Baca Juga: Ancaman Siber dan Biaya Medis Tekan Industri Asuransi Jiwa

Baca Juga: Biaya Medis Melesat, OJK Dorong Pengembangan Asuransi Hewan

Prodia menilai penguatan kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan inovasi kesehatan berbasis sains dan teknologi di Indonesia.

Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap insan riset, Prodia Science Award juga diarahkan menjadi ruang penguatan jejaring riset nasional di tengah meningkatnya kebutuhan industri kesehatan terhadap inovasi berbasis teknologi dan data.

Perkembangan tersebut dinilai sejalan dengan tren global industri kesehatan yang mulai bergeser dari pendekatan kuratif menuju sistem yang lebih menitikberatkan pada pencegahan dan prediksi risiko kesehatan masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: