Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Polemik Juri Tak Transparan, Ketua Komisi X DPR Minta Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR

Polemik Juri Tak Transparan, Ketua Komisi X DPR Minta Tanding Ulang LCC 4 Pilar MPR Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menyoroti polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Hetifah mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba, termasuk membuka opsi pertandingan ulang demi menjaga prinsip keadilan, transparansi, dan sportivitas.

Menurutnya, tingginya antusiasme pelajar dalam mengikuti ajang tersebut menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, seluruh tahapan lomba, mulai dari teknis pelaksanaan hingga proses penjurian, harus berlangsung profesional dan akuntabel.

“Anak-anak sudah mempersiapkan diri dengan sangat serius. Mereka datang membawa semangat belajar dan kompetisi yang sehat. Karena itu, proses lomba juga harus benar-benar memberi rasa keadilan bagi seluruh peserta,” ujar Hetifah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Ia menilai evaluasi total diperlukan untuk menjaga objektivitas hasil kompetisi sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap kegiatan yang diselenggarakan MPR RI.

Baca Juga: Formappi sebut Juri LCC MPR Pertontonkan Ketidakjujuran dan Tak Cerminkan Nilai-Nilai Kebangsaan

Selain evaluasi, Hetifah juga meminta penyelenggara mempertimbangkan pelaksanaan tanding ulang jika memang diperlukan untuk memastikan hasil lomba benar-benar adil bagi semua pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Hetifah turut menyampaikan permohonan maaf kepada peserta yang merasa dirugikan akibat polemik penjurian, khususnya siswa SMAN 1 Pontianak.

Ia berharap insiden itu tidak mengurangi semangat pelajar untuk tetap aktif dalam kegiatan kebangsaan dan kompetisi pendidikan.

"Kita tentu tidak ingin kejadian seperti ini mengurangi antusiasme anak-anak terhadap kegiatan positif yang selama ini menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan kompetisi yang sehat,” katanya.

Hetifah menambahkan polemik tersebut harus menjadi momentum pembenahan tata kelola pelaksanaan LCC Empat Pilar secara menyeluruh.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat