Kredit Foto: PT Pupuk Indonesia (Persero)
Senada dengan hal tersebut, Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi mendalam dari Pemerintah Australia atas dimulainya kerja sama ini. Ia menilai langkah ini sebagai bukti eratnya hubungan bilateral kedua negara.
“Atas nama Pemerintah Australia dan Duta Besar Australia, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Australia sangat menghargai hubungan dengan Indonesia dan kerja sama ini mencerminkan persahabatan serta kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia,” tutur Gita.
Terkait kondisi stok nasional, hingga 13 Mei 2026, Pupuk Indonesia mencatat ketersediaan pupuk mencapai 1,1 juta ton. Perusahaan juga mengoptimalkan sistem digital Command Center dan i-Pubers untuk memantau distribusi secara real-time hingga ke tingkat kios.
Optimalisasi teknologi ini terbukti efektif meningkatkan penyaluran pupuk bersubsidi yang hingga pertengahan Mei 2026 telah mencapai 3,5 juta ton, atau naik 36 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Lewat Command Center dan sistem i-Pubers, kami bisa memantau pergerakan stok pupuk secara real-time hingga tingkat kios. Dengan sistem ini, penyesuaian distribusi dapat dilakukan lebih cepat ketika terdapat wilayah dengan kebutuhan pupuk yang meningkat,” pungkas Rahmad.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: