Bidik Ketahanan Pangan dan Tambang, Menko Airlangga Lirik Raksasa Alat Berat Belarus
Kredit Foto: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Selain alat berat, diskusi tersebut juga membahas penggunaan baterai nikel pada truk untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan di sektor pertambangan. Hal ini menjadi prioritas mengingat Indonesia mengekspor sekitar 800 juta ton batubara setiap tahun yang membutuhkan dukungan armada dump truck efisien. Topik lain yang turut dibahas mencakup konversi singkong (cassava) menjadi etanol dan studi penggunaan baterai nikel untuk modernisasi pertanian.
Belarus sendiri memiliki basis industri kuat dengan kontribusi sektor manufaktur mencapai 20,3% terhadap PDB nasional pada 2024. Negara ini juga mencatatkan tingkat swasembada pangan hingga 96% berkat keunggulan agro-industri.
Guna mengatasi kendala informasi mengenai kebutuhan spesifik alat berat di lapangan, pemerintah kedua negara sepakat untuk melakukan pemetaan kebutuhan bersama dan membentuk forum konsultasi reguler. Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia di masa mendatang.
Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta perwakilan dari KADIN dan APINDO.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra