Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gartner 2026 Tempatkan Synology sebagai 'Strong Performer' di Platform Backup dan Perlindungan Data

Gartner 2026 Tempatkan Synology sebagai 'Strong Performer' di Platform Backup dan Perlindungan Data Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Synology masuk dalam laporan 2026 Gartner Voice of the Customer for Backup and Data Protection Platforms. Dalam laporan tersebut, Synology diakui sebagai "Strong Performer" dan memperoleh rating 98% "willingness to recommend" yang menunjukkan tingginya kesediaan para pemimpin IT untuk merekomendasikan solusi perlindungan data Synology.

Pencapaian ini memperkuat posisi Synology di pasar perlindungan data, terutama melalui ActiveProtect, solusi backup yang dirancang khusus untuk membantu organisasi mengelola perlindungan data secara lebih sederhana, terpusat, dan efisien. Solusi ini hadir di tengah kebutuhan perusahaan yang semakin kompleks, mulai dari perlindungan terhadap ransomware, pengelolaan backup lintas lingkungan, hingga kebutuhan pemulihan data yang lebih cepat saat terjadi gangguan.

“Pengakuan Synology dalam laporan ini menunjukkan momentum kuat yang telah dibangun ActiveProtect sejak peluncurannya,” ujar Jia-Yu Liu, Executive Vice President of the Synology Data Protection Group. 

Menurutnya, seiring berkembangnya ancaman siber dan kompleksitas infrastruktur IT, organisasi membutuhkan cara yang lebih sederhana dan efisien untuk melindungi data mereka. "Kami melihat adanya tren yang jelas, di mana ActiveProtect mulai menggantikan solusi tradisional yang terpisah-pisah dengan pendekatan perlindungan data yang lebih terintegrasi.”

Saat ini, solusi perlindungan data Synology telah melindungi lebih dari 31 juta enterprise workloads di seluruh dunia, membantu berbagai organisasi menjaga keamanan data kritikal dan infrastruktur mereka. Laporan 2026 Gartner Voice of the Customer for Backup and Data Protection Platforms merangkum testimoni dari 55 pengguna terverifikasi yang menggunakan solusi Synology. Per 31 Desember 2025, Synology memperoleh rating 4,9 dari 5.

Di Indonesia, kebutuhan terhadap strategi perlindungan data semakin relevan seiring percepatan transformasi digital dan meningkatnya ketergantungan bisnis terhadap data untuk mendukung operasional harian, layanan pelanggan, serta keberlangsungan bisnis. Di saat yang sama, ancaman siber seperti ransomware, pencurian kredensial, dan gangguan sistem terus mendorong organisasi untuk meninjau kembali kesiapan strategi backup dan disaster recovery mereka.

“Bagi banyak organisasi, backup tidak lagi cukup dipandang hanya sebagai proses membuat salinan data. Yang lebih penting saat ini adalah memastikan apakah data tersebut dapat dipulihkan dengan cepat, aman, dan tidak berubah ketika insiden terjadi,” ujar Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology. “Karena itu, Synology terus mendorong pendekatan yang lebih resilien, seperti strategi 3-2-1-1-0 backup, yaitu memiliki tiga salinan data, menggunakan dua jenis media penyimpanan yang berbeda, menyimpan satu salinan di lokasi terpisah, memiliki satu salinan offline atau immutable, serta memastikan nol error melalui verifikasi pemulihan secara berkala.”

Menurut Clara, pendekatan ini semakin penting bagi bisnis di Indonesia, termasuk di sektor finansial, pemerintahan, manufaktur, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik, di mana ketersediaan data memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan operasional. Dengan meningkatnya risiko siber dan kompleksitas infrastruktur, organisasi membutuhkan lebih dari sekadar backup konvensional. Mereka memerlukan kerangka perlindungan data yang dapat mendukung pemulihan lebih cepat, mengurangi downtime, dan memberikan keyakinan lebih besar saat insiden terjadi.

“Melalui ActiveProtect, Synology ingin membantu organisasi membangun strategi perlindungan data yang lebih sederhana, terpusat, dan lebih siap menghadapi skenario serangan siber modern,” tambah Clara. “Dengan kapabilitas seperti immutable backup, air-gapped, verifikasi backup, dan manajemen terpusat, kami ingin memastikan bisnis memiliki lapisan pertahanan terakhir yang benar-benar dapat diandalkan ketika sistem utama mengalami gangguan.”

Solusi perlindungan data Synology dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan organisasi, termasuk perlindungan untuk endpoint, server, virtual machine, Microsoft 365, database, serta lingkungan hybrid yang mencakup infrastruktur on-premises dan cloud. Melalui pendekatan yang terintegrasi, Synology membantu tim IT mengurangi kompleksitas operasional sekaligus meningkatkan visibilitas terhadap status backup, kesiapan pemulihan, dan alur kerja perlindungan data.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi

Tag Terkait: