Kredit Foto: FTSE
Dalam tinjauan Juni 2026, FTSE tetap menjalankan sejumlah penyesuaian rutin seperti pembaruan klasifikasi industri, perubahan free float, serta penyesuaian kuartalan lainnya terhadap saham Indonesia.
Adapun, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya mengungkapkan terdapat sejumlah saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan sangat tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Kondisi ini menunjukkan sebagian besar saham beredar dikuasai kelompok pemegang saham tertentu sehingga ruang saham yang beredar di publik menjadi terbatas.
Dari daftar tersebut, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) menjadi emiten dengan konsentrasi kepemilikan tertinggi mencapai 99,77% dari total saham beredar. Posisi berikutnya ditempati PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dengan tingkat konsentrasi mencapai 99,85%.
PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) juga tercatat memiliki kepemilikan terkonsentrasi sebesar 98,35%, disusul PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) sebesar 97,75% dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 97,31%.
Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan sebesar 95,76%. Adapun PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) mencapai 95,94%, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sebesar 95,82%, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) sebesar 95,47%, dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) sebesar 95,35%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: