Stanford Dorong Pengusaha Naik Kelas, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Kredit Foto: Stanford
Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal kini semakin diarahkan melalui penguatan kapasitas pelaku usaha skala menengah. Di tengah tantangan daya saing dan kebutuhan transformasi bisnis, Stanford Seed Indonesia menilai pengembangan kualitas kepemimpinan dan strategi perusahaan menjadi salah satu faktor penting untuk memperbesar dampak ekonomi dan memperluas penciptaan lapangan kerja.
Melalui pendekatan tersebut, Stanford Seed Indonesia mendorong transformasi bisnis pelaku usaha agar perusahaan dapat bertumbuh lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Country Director Stanford Seed Indonesia Philip Setiadi mengatakan transformasi bisnis tidak hanya ditujukan untuk memperbesar skala usaha, tetapi juga meningkatkan dampak ekonomi yang dihasilkan perusahaan.
“Dalam kesempatan ini kami menghadirkan pendidikan bisnis kelas dunia langsung ke Indonesia bagi para pengusaha, atau CEO dan founder yang siap mengembangkan perusahaan mereka. Apalagi dalam program kali ini, kami juga menawarkan beasiswa bagi mereka yang memenuhi syarat,” ujar Philip dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Stanford Seed yang merupakan bagian dari Stanford Graduate School of Business (GSB) sebelumnya telah menjalankan program serupa di Afrika, Asia Selatan, dan Indonesia. Secara global, lebih dari 1.500 pengusaha telah mengikuti program tersebut.
Baca Juga: SCG Buka Beasiswa 2026 untuk 400 Siswa dan 12 Mahasiswa, Cek Selengkapnya
Baca Juga: Stanford Seed Indonesia Buka Pendaftaran Program Scale-Up Bisnis 2027
Data Stanford Seed menunjukkan sekitar 87% perusahaan peserta berhasil memperoleh pendanaan setelah menyelesaikan program, dengan median pertumbuhan pendapatan mencapai 29% dalam satu tahun. Secara kolektif, para lulusan juga tercatat memperoleh pendanaan hingga US$2 miliar melalui pinjaman, ekuitas, dan hibah.
Di Indonesia, Stanford mencatat 56% peserta memperluas penjualan ke wilayah baru sepanjang 2025. Persentase yang sama juga tercatat pada ekspansi segmen pelanggan baru dan inovasi produk maupun layanan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: