Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Keluarkan Ultimatum di Selat Hormuz, Kapal yang Langgar Aturan Tanggung Risiko Sendiri

Iran Keluarkan Ultimatum di Selat Hormuz, Kapal yang Langgar Aturan Tanggung Risiko Sendiri Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran kembali menunjukkan pengaruh besarnya di Selat Hormuz dengan mengeluarkan peringatan bahwa seluruh kapal internasional hanya boleh melintas melalui jalur yang ditentukan oleh Teheran.

Peringatan tersebut muncul ketika aktivitas pelayaran di kawasan Teluk mulai berangsur normal setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri konflik beberapa bulan terakhir.

Otoritas Pengelola Selat Hormuz Iran menegaskan kapal yang melintasi jalur di luar ketentuan resmi tidak akan mendapatkan perlindungan keselamatan maupun jaminan asuransi.

"Setiap pelayaran yang dilakukan di luar jalur yang telah ditetapkan otoritas tidak akan mendapatkan jaminan keselamatan dan tidak akan dilindungi oleh asuransi maupun tanggung jawab terkait lainnya," demikian peringatan Otoritas Pengelola Selat Hormuz Iran.

Iran juga memperingatkan bahwa seluruh risiko akibat pelanggaran aturan tersebut akan menjadi tanggung jawab penuh pihak kapal.

"Segala konsekuensi yang timbul akibat pelayaran melalui jalur yang tidak diizinkan akan menjadi tanggung jawab pemilik kapal, operator, dan nakhoda kapal," lanjut pernyataan tersebut.

Peringatan terbaru itu menunjukkan bahwa meski perang dengan AS telah berakhir, Teheran belum melepas kendalinya atas salah satu jalur energi paling strategis di dunia.

Selat Hormuz selama ini menjadi urat nadi perdagangan energi global karena menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia yang dikirim melalui jalur laut.

Karena perannya yang sangat vital, setiap kebijakan maupun ancaman yang muncul di kawasan tersebut selalu mendapat perhatian pelaku industri energi, perusahaan pelayaran, hingga pasar keuangan global.

Situasi di kawasan Teluk sendiri masih menyisakan ketidakpastian meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak April lalu.

Sejumlah operator kapal dan perusahaan logistik internasional masih melakukan penyesuaian rute pelayaran guna menghindari potensi risiko keamanan yang sewaktu-waktu dapat muncul.

Aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz memang mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir seiring membaiknya situasi keamanan pascakonflik.

Baca Juga: Dihantam Gempa, Perang Tak Hentikan Iran untuk Membantu Tetangga Amerika: Kami Bersama dengan Kalian

Namun peringatan terbaru dari Iran dinilai dapat kembali memunculkan kekhawatiran mengenai stabilitas pasokan energi dunia apabila terjadi gangguan terhadap arus pelayaran di kawasan tersebut.

Di tengah upaya pemulihan pascaperang, langkah Teheran itu sekaligus menegaskan bahwa Selat Hormuz masih menjadi kartu strategis Iran dalam percaturan geopolitik global.

Meski dunia menyambut berakhirnya konflik Iran dan AS, ketegangan terkait penguasaan jalur pelayaran paling penting di Timur Tengah itu tampaknya masih jauh dari kata selesai.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: