Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan permintaan minyak Indonesia masih akan tetap tinggi hingga 2030 di tengah proses transisi energi dan upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana menyampaikan bahwa proyeksi kebutuhan minyak nasional pada 2030 mencapai sekitar 2 juta barel per hari, atau meningkat dibandingkan kondisi saat ini.
“Untuk minyak, diproyeksikan mencapai sekitar 2 juta barel per hari pada tahun 2030, meningkat sekitar 500 ribu barel dari kondisi saat ini,” ujarnya di IPA Convex, Kamis (21/5/2026).
Ia menambahkan, kebutuhan minyak masih akan tetap signifikan dalam jangka panjang, bahkan hingga 2060.
“Pada tahun 2060, kebutuhan minyak masih sekitar 1 juta barel per hari,” katanya.
Pemerintah menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa energi fosil masih akan tetap memiliki peran dalam sistem energi nasional, meskipun porsi energi baru dan terbarukan terus ditingkatkan secara bertahap.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan energi nasional terbaru yang ditetapkan pada September 2025 memiliki tiga fokus utama, yakni ketahanan energi, transisi energi, dan penguatan agenda dekarbonisasi.
“Ketiga, yang merupakan hal baru dibandingkan kebijakan sebelumnya, yaitu dekarbonisasi,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Jamin Harga BBM Tidak Naik Meski Minyak Mentah RI Tembus US$117 per Barel
Baca Juga: Harga Minyak Mentah RI di April Melesat ke US$117,31 per Barel, Ini Pemicunya
Kebijakan tersebut saat ini tengah diimplementasikan melalui penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebagai peta jalan energi jangka panjang yang melibatkan lintas sektor, tidak hanya di Kementerian ESDM.
Pemerintah juga menegaskan bahwa bauran energi Indonesia pada 2060 diproyeksikan masih didominasi energi terbarukan sekitar 70 persen, diikuti gas sekitar 20 persen, dan minyak sekitar 5 persen.
Dengan struktur tersebut, Indonesia disebut akan menjalankan strategi ganda, yakni menjaga pemanfaatan energi fosil secara optimal sembari mempercepat transisi menuju energi bersih untuk mendukung target ketahanan energi dan dekarbonisasi nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: