Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Demo Turun ke Jalan, Ini Sejumlah Tuntutan Massa Buruh di Menara Indomaret PIK

Demo Turun ke Jalan, Ini Sejumlah Tuntutan Massa Buruh di Menara Indomaret PIK Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Demonstrasi buruh di depan Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (26/5/2026), bukan sekadar aksi menuntut kenaikan kesejahteraan biasa.

Di balik aksi tersebut, para pekerja justru menyoroti dugaan pelanggaran hak normatif pekerja, mulai dari upah lembur yang disebut belum dibayarkan hingga dugaan intimidasi terhadap karyawan.

Baca Juga: 'Bapak Jangan Arogan', Momen Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Respons Desakan Mundur Jadi Sorotan

Massa yang tergabung dalam PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama mulai memadati area depan kantor pusat Indomaret sejak pagi hari.

Mereka datang membawa atribut serikat buruh serta membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan kepada perusahaan.

“Bayarkan lembur kami!” teriak massa secara bergantian dari depan mobil komando.

Hidden angle dari aksi ini terlihat dari fokus tuntutan buruh yang tidak hanya menyangkut uang lembur, tetapi juga menyentuh isu hubungan industrial di internal perusahaan.

Para pekerja menilai ada tekanan terhadap karyawan terkait persoalan hak lembur yang seharusnya dilindungi undang-undang ketenagakerjaan.

Dalam spanduk yang dibawa massa, buruh menyampaikan enam tuntutan utama kepada perusahaan.

Pertama, mereka menolak segala bentuk pemaksaan, tekanan, maupun penggiringan pernyataan terhadap pekerja.

Kedua, mereka menegaskan bahwa pekerja memiliki hak atas upah kerja lembur sesuai aturan yang berlaku.

Ketiga, massa menolak penggantian hak lembur dengan tambahan hari libur atau off tambahan yang dianggap tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, buruh juga meminta perusahaan mematuhi peraturan perusahaan dan Undang-undang Ketenagakerjaan.

Mereka turut mendesak adanya tindakan tegas terhadap oknum yang diduga melakukan intimidasi kepada pekerja.

Menariknya, salah satu tuntutan yang paling disorot justru berbunyi “Jangan rusak hubungan industrial.”

Kalimat tersebut memperlihatkan bahwa buruh tidak hanya sedang memperjuangkan hak finansial, tetapi juga mengkhawatirkan memburuknya hubungan antara pekerja dan perusahaan.

Baca Juga: 'Enggak Kayak Kalian,' Sikap Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Dibanding-bandingkan dengan Massa Aksi Demo

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Meski situasi relatif kondusif, arus lalu lintas di sekitar Menara Indomaret sempat mengalami perlambatan akibat konsentrasi massa di lokasi aksi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar