Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apkasindo Dukung Penuh DSI, Tapi Minta Petani Tak Jadi Korban

Apkasindo Dukung Penuh DSI, Tapi Minta Petani Tak Jadi Korban Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana strategis pemerintah untuk mengunci tata niaga ekspor sumber daya alam melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mendapat dukungan penuh dari akar rumput.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menilai entitas single exporter tersebut krusial untuk menjadikan Indonesia sebagai price maker atau penentu harga di pasar global.

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, memandang DSI sebagai instrumen penguatan tata kelola sawit nasional. Namun, ia mendesak pemerintah memperjelas mekanisme transisi agar bottleneck informasi tidak dimanfaatkan spekulan untuk menekan harga di tingkat petani.

“Masa kita jual sawit sendiri-sendiri ke luar negeri tanpa kendali harga. Kalau DSI berjalan baik, ini bisa menjadi ‘dirigen’ sawit Indonesia. Petani swadaya maupun bermitra mendukung DSI,” ujar Gulat kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Menurut Gulat, ruang spekulasi terbuka lebar setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan DSI pada 20 Mei lalu. Hanya dalam waktu empat jam, harga Tandan Buah Segar (TBS) disebut langsung dipangkas Rp400 per kilogram dan terus merosot hingga Rp1.500 dalam hitungan hari.

Padahal, ekspor sawit tidak dihentikan dan implementasi penuh DSI baru akan berlaku mulai Januari 2027.

“Tidak ada alasan lagi membeli murah TBS petani setelah penjelasan pemerintah hari ini. Harga global bagus, ekspor tetap jalan, jadi jangan cari pembenaran untuk menekan harga petani sawit,” tuturnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah, khususnya Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, dalam menjernihkan kebingungan industri terkait kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Baca Juga: Wamentan Buka Suara soal Kekhawatiran Penurunan Harga Sawit akibat DSI

Baca Juga: Buntut Anjloknya Harga TBS, Pemerintah Ancam Pidanakan 139 Pabrik Sawit

Menurut Eddy, klarifikasi tersebut sangat penting untuk menyelamatkan ekosistem industri sawit dari tekanan psikologis pasar yang tidak berdasar.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Wamen yang bergerak cepat dan sigap mengatasi masalah ini. Harapan kami, peristiwa ambruknya harga TBS bisa segera pulih,” kata Eddy.

Ia juga mengingatkan seluruh korporasi pengolahan sawit agar mematuhi arahan pemerintah dan tetap melihat petani sawit sebagai mitra strategis dalam menopang ekonomi nasional serta program Asta Cita Presiden Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri