Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kenapa Teddy Begitu Penting Bagi Prabowo?

Kenapa Teddy Begitu Penting Bagi Prabowo? Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta, Saiful Mujani, mempertanyakan mengapa Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya begitu penting bagi Presiden Prabowo Subianto.

Pertanyaan ini muncul setelah liputan khusus Tempo berjudul “Pokoknya Semua untuk Teddy Indra Wijaya” yang menyoroti berbagai keistimewaan (privilege) yang didapatkan Teddy di bawah pemerintahan Prabowo. Tempo menilai keistimewaan tersebut merusak tatanan karier militer, birokrasi, serta mengacaukan respons kebijakan negara.

Saiful Mujani menduga keistimewaan itu berakar dari hubungan pribadi. Namun menurutnya, hubungan pribadi seharusnya tetap berada di ranah privat, bukan dibawa ke ruang publik yang bisa mengganggu kinerja presiden.

"Mengapa Teddy begitu penting bagi presiden Prabowo? Karena hubungan pribadi mereka? tidakah hubungan pribadi itu kemudian menjadi sah dipersoalkan publik apabila hubungan itu berpengaruh buruk pada kinerja presiden sebagai pejabat publik paling penting di negeri ini sebagaimana diungkapkan editoral majalah tempo ini?," tulis Saiful di akun X pribadinya, dikutip Jumat (29/5).

Ia menegaskan, jika memang ada hubungan pribadi, sebaiknya tetap menjadi urusan pribadi.

"Tapi jangan diseret seret ke wilayah publik. jangan karena ada hubungan pribadi anda presiden mengangkatnya menjadi sekertaris kabinet karena itu perbuatan nepotis yang melanggar TAP MPR bahwa negara harus terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme," pungkasnya.

Baca Juga: Prabowo Sentuh Oligarki, ‘Komandan’ Solo Bergerak

Baca Juga: Cuitan Lama Prabowo Soal Perjalanan Dinas ke LN Kembali Disorot

Sebagai informasi, Teddy Indra Wijaya ilantik pada 21 Oktober 2024 sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) RI di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di ranah militer, ia merupakan seorang perwira menengah TNI Angkatan Darat aktif yang menyandang pangkat Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya