Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AAJI Dorong Rencana Danantara Merger Asuransi BUMN

AAJI Dorong Rencana Danantara Merger Asuransi BUMN Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memandang positif rencana konsolidasi perusahaan asuransi milik negara yang tengah diwacanakan. Menurut asosiasi, langkah tersebut berpotensi memperkuat industri asuransi nasional, terutama dari sisi permodalan dan kapasitas perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan.

Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Regulator, dan Stakeholder Dalam Negeri & Internasional AAJI, Handojo G. Kusuma, mengatakan konsolidasi pada prinsipnya merupakan langkah yang dapat menciptakan entitas usaha yang lebih kuat dibandingkan jika perusahaan berjalan sendiri-sendiri dalam skala yang lebih kecil.

“Konsolidasi selalu kita lihat positif. Karena daripada banyak perusahaan kecil-kecil, saya kira lebih bagus kalau kita melihat dia adalah satu perusahaan yang lebih kuat,” ujar Handojo dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari–Maret 2026, Selasa (2/6/2026).

Seperti diketahui, wacana konsolidasi BUMN ini tengah menjadi topik yang dinantikan pelaku industri. Dalam prosesnya, menurut Handojo, rencana tersebut masih berada pada tahap penjajakan sehingga detail implementasinya belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Turun 0,5% pada Kuartal I-2026 Jadi Rp47,27 Triliun

Baca Juga: Industri Asuransi Umum Ditopang Properti, Premi Capai Rp8,47 Triliun

Ia menilai aspek yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut adalah mekanisme penggabungan perusahaan dan perlindungan terhadap nasabah dari masing-masing entitas yang terlibat.

“Yang penting adalah dalam proses mengkonsolidasinya itu seperti apa dan tentunya memperhatikan juga dari nasabahnya masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Handojo menilai pertanyaan mengenai detail konsolidasi sebaiknya ditujukan kepada Danantara karena rencana tersebut hingga saat ini masih menunggu keputusan dan kajian dari pihak terkait.

“Jadi proses itu sepertinya mungkin masih di dalam penjajakan oleh Danantara, mungkin tanya ke Danantara langsung saja,” ujarnya.

Dari perspektif industri, AAJI menilai konsolidasi dapat menjadi momentum baru untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan asuransi, termasuk dalam memenuhi kebutuhan penguatan modal yang menjadi perhatian regulator dalam beberapa tahun mendatang.

“Jadi saya kira, kami di AAJI menikmati hal ini secara positif dan tentunya memperkuat industri itu sendiri. Kita juga ingin bahwa konsolidasi ini membawa suatu momentum baru juga untuk bagaimana teman-teman di industri bisa memperkuat terutama di sisi permodalan dan lain sebagainya hingga tahun 2028 nanti,” kata Handojo.

Baca Juga: Asuransi Kredit Jadi Tameng Baru Lender Fintech, OJK Kembangkan Proteksi Pendanaan

Baca Juga: Industri Asuransi Masih Tahan Guncangan Rupiah, AAJI Ungkap Alasannya

Sebagai informasi, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya mengatakan bahwa pada tahun ini perusahaan BUMN, termasuk sektor asuransi, akan mengalami konsolidasi dan pemangkasan jumlah entitas dari 1.043 menjadi sekitar 300 entitas.

"Asuransi dari 15 akan menjadi 3, kita akan punya satu life insurance, satu general insurance dan satu credit insurance," jelas Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, dikutip pada Selasa (2/6/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri