Dari MBG Disisipkan Serangga sebagai Sumber Protein hingga Pembukaan BGN di Arab Saudi, Ini Sederet Kontroversi BGN di Era Dadan
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
3. Kampus Diminta Terlibat dalam Pengelolaan Dapur MBG
BGN di bawah kepemimpinan Dadan juga mendorong perguruan tinggi untuk ikut terlibat dalam pembangunan dan pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Kebijakan ini menuai kritik dari sejumlah pengamat pendidikan yang menilai perguruan tinggi seharusnya tetap fokus pada pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan tidak terlalu jauh masuk ke ranah operasional program pemerintah.
4. Sorotan atas Pengadaan Barang Non-Pangan
BGN sempat menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai pengadaan berbagai barang non-pangan untuk mendukung operasional program, mulai dari motor listrik, jasa Event Organizer (EO), hingga perlengkapan petugas lapangan.
Kebijakan tersebut memunculkan kritik dari sejumlah pihak yang mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran di tengah tantangan distribusi dan pemerataan layanan MBG di berbagai daerah.
5. Rencana Ekspansi Program MBG ke Arab Saudi
Kontroversi terakhir sebelum dipecat, Dadan mewacanakan pembukaan jaringan atau layanan terkait MBG di Arab Saudi yang menyasar jamaah haji, umrah, maupun diaspora Indonesia.
Rencana tersebut mendapat kritik karena dinilai belum sejalan dengan kebutuhan domestik, mengingat program MBG di dalam negeri masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjangkau seluruh sasaran penerima manfaat secara merata.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: