Tekanan Ekonomi Meningkat, Prudential Gencarkan Edukasi Finansial untuk Perempuan
Kredit Foto: Prudential Indonesia
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mendorong peningkatan literasi keuangan perempuan di Semarang melalui program edukasi finansial yang menyasar para ibu rumah tangga di tengah meningkatnya tekanan ekonomi keluarga akibat kenaikan biaya hidup dan masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia.
Melalui webinar bertajuk “Ngobrol Keuangan: Dompet Aman, Urip Luwih Tenang” yang digelar secara daring pada 28 Mei 2026, Prudential Indonesia bersama komunitas Supermom mengedukasi lebih dari 580 peserta dari Semarang dan sekitarnya mengenai pengelolaan keuangan keluarga, dana darurat, hingga pengambilan keputusan finansial.
Program tersebut digelar di tengah meningkatnya tantangan ekonomi rumah tangga. Prudential Indonesia menyoroti kenaikan biaya hidup yang membuat pengeluaran keluarga semakin sulit dikendalikan, termasuk meningkatnya biaya pendidikan yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami kenaikan signifikan dalam satu dekade terakhir.
Di sisi lain, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih berada di level 66,46%, menunjukkan masih adanya kesenjangan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan di tengah kondisi ekonomi yang semakin kompleks.
Dalam webinar tersebut, peserta membahas berbagai persoalan yang dihadapi keluarga sehari-hari, mulai dari mengelola stres akibat tekanan finansial hingga strategi membangun dana darurat ketika penghasilan terbatas.
Aktris dan kreator konten Siti Fauziah atau Bu Tejo yang hadir sebagai pembicara menyoroti dampak tekanan keuangan terhadap kesehatan mental keluarga.
“Karena dalam situasi tenang, baru kita bisa bijak mengambil keputusan keuangan. Jangan dipikir atau dipikul sendiri. Ingat, ada pasangan dan teman untuk saling mengingatkan, agar tidak merasa sendiri dan beban bisa dibagi,” ujarnya.
Sementara itu, Certified Financial Planner Prudential Indonesia Irzaliatu Zuhurica menekankan pentingnya perencanaan keuangan sebagai fondasi menghadapi ketidakpastian ekonomi.
“Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Bukan berarti kita jadi pelit. Tapi ini menunjukkan bahwa kita memiliki perencanaan. Dengan perencanaan yang baik, dalam kondisi sesulit apa pun, kita tetap bisa bertahan,” katanya.
Ia menjelaskan salah satu langkah yang dapat dilakukan keluarga adalah melakukan pemeriksaan kesehatan keuangan secara berkala dan menerapkan alokasi anggaran berdasarkan formula 10-20-30-40.
Menurut Irza, komposisi tersebut mencakup alokasi 40% untuk kebutuhan harian, 30% untuk pembayaran utang, 20% untuk dana darurat, perlindungan kesehatan, tabungan dan investasi, serta 10% untuk kebutuhan sosial dan donasi.
Baca Juga: Prudential Soroti Kenaikan Biaya Berobat, Klaim Nasabah Tembus Rp16 Triliun
Baca Juga: Kinerja 2025 Tumbuh Berkelanjutan, Prudential Indonesia Bukukan Premi Rp21,1 Triliun
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan mengambil keputusan finansial di tingkat rumah tangga.
“Literasi keuangan bukan hanya tentang mengelola keuangan, tapi juga tentang membuka pilihan dalam hidup. Ini tentang memiliki kebebasan dan rasa berdaya bagi perempuan. Dengan begitu, para ibu bisa menjaga stabilitas keuangan keluarga, sekaligus terus menjadi #VersiTerhebatmu,” ujar Karin.
Prudential Indonesia mencatat program literasi keuangan yang dijalankan perusahaan telah menjangkau lebih dari 51 juta masyarakat Indonesia sepanjang 2025. Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelajar, perempuan, pelaku UMKM, hingga penyandang disabilitas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: