'Kasihan Amat,' Respons Purbaya Usai Ditangkapnya Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
Kredit Foto: Cita Auliana
Penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi titik balik dalam pengawasan anggaran program unggulan pemerintah tersebut.
Sebelum kasus ini mencuat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa termasuk salah satu pejabat yang beberapa kali menyoroti penggunaan anggaran di lingkungan BGN. Bahkan, ia pernah mengungkap adanya pengadaan motor listrik senilai sekitar Rp1,05 triliun yang menurutnya luput dari pengawasan awal.
Baca Juga: Tiba-tiba Ditunjuk Prabowo, Kinerja Nanik S Deyang Sebelum Jabat Kepala BGN Jadi Sorotan DPR
Saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Purbaya mengaku baru mengetahui kabar penetapan tersangka terhadap Dadan.
"Oh, sudah jadi tersangka ya? Kasihan amat. Barusan?" ujar Purbaya, dikutip Kamis (4/6).
Meski mengaku terkejut, Purbaya menegaskan fokus Kementerian Keuangan saat ini adalah memastikan pengelolaan anggaran MBG berjalan lebih efisien dan sesuai kebutuhan.
Menurut dia, pagu anggaran MBG yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp260 triliun berpotensi mengalami penyesuaian setelah adanya perubahan hari pelaksanaan program.
"Kita enggak ikut campur. Yang jelas emang anggarannya sekarang berapa, Rp260 triliun akan berkurang kan? Karena ada pemotongan hari, segala macam. Jadi akan berkurang di bawah itu sedikit," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah kini tidak hanya tertuju pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada efektivitas penggunaan anggaran negara yang sangat besar untuk program MBG.
Kejaksaan Agung sebelumnya menetapkan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG periode 2025-2026.
Penyidik menduga terjadi mark up dan pelanggaran prosedur dalam sejumlah proyek pengadaan, termasuk motor listrik, tablet, televisi, hingga sepatu yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Baca Juga: 'Lama Dipantau Prabowo', Dua Isu di Balik Pencopotan Kepala BGN usai Lempar Wacana MBG di Arab Saudi
Dengan pergantian pimpinan BGN dan masuknya Nanik S. Deyang sebagai kepala baru, pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan anggaran MBG benar-benar digunakan untuk pemenuhan gizi masyarakat, bukan terseret persoalan tata kelola yang bermasalah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: