Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pelatihan Militer Bisa Pengaruhi Perkembangan Karir ASN

Pelatihan Militer Bisa Pengaruhi Perkembangan Karir ASN Kredit Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Warta Ekonomi, Jakarta -

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) dipastikan memperoleh pengakuan kompetensi yang dapat mempengaruhi perkembangan karier mereka di instansi masing-masing. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, usai menghadiri upacara penutupan Latsarmil Komcad ASN Gelombang I di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).

Rini menjelaskan, keikutsertaan dalam Latsarmil akan dicatat sebagai bagian dari kompetensi ASN. Pencatatan tersebut nantinya akan berbanding lurus dengan sistem karier pegawai yang bersangkutan.

Menurutnya, setiap ASN memiliki kewajiban mengikuti program pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran (JP) setiap tahun. Sementara itu, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) diwajibkan memenuhi 24 JP per tahun.

Dengan mengikuti Latsarmil selama satu setengah bulan, para peserta telah memenuhi ketentuan minimal jam pelajaran tersebut. Capaian itu juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung kemajuan karier mereka di lingkungan kerja masing-masing.

Meski demikian, Rini menegaskan bahwa tujuan mengikuti program Komcad tidak semata-mata untuk mengejar peningkatan jenjang karier. Ia berharap para ASN yang telah menjalani pendidikan militer memiliki jiwa nasionalisme yang lebih tinggi, disiplin, serta mampu menjadi pegawai yang dapat diandalkan.

Selain itu, para ASN Komcad diharapkan semakin bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan negara, sekaligus menjadi teladan bagi rekan-rekan kerja di instansi tempat mereka bertugas.

Sebanyak 1.758 ASN telah menyelesaikan Latsarmil Komcad Gelombang I. Pendidikan tersebut dilaksanakan di sejumlah satuan TNI, antara lain Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Skadron Pendidikan (Skadik) 301, Pusat Bahasa TNI Angkatan Udara (Pusbahasa TNI AU), Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya, dan Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Cilandak.

Selama satu setengah bulan pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari praktik menembak, simulasi operasi militer, hingga pembelajaran teori mengenai nasionalisme dan kedisiplinan. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan kembali ke instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas sebagai ASN.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengungkapkan rencana pemerintah membangun dua batalyon khusus Komcad di setiap kabupaten di Indonesia. Menurutnya, keberadaan batalyon tersebut diharapkan dapat memudahkan personel TNI memperoleh dukungan tambahan personel dalam menjalankan tugas pertahanan.

Baca Juga: ASN di Jawa Timur Bakal WFH Setiap Hari Jumat, Bolehkah di Tempat Wisata?

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Pertahanan terus memperluas pelatihan Komcad bagi ASN, baik di tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Donny menyebut sejumlah pemerintah daerah telah mengirimkan pegawainya mengikuti Latsarmil, termasuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah menetapkan 500 ASN sebagai Komcad.

Ia menambahkan, ke depan akan ada pemerintah provinsi lain yang turut melaksanakan pelatihan Komcad bagi pegawainya. Terkait peran personel dalam batalyon Komcad, Donny menegaskan bahwa tugas utama mereka adalah mendukung kebutuhan pertahanan militer apabila TNI memerlukannya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat