Kredit Foto: Ist
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tertekan menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada Senin (8/6/2026).
Hingga pukul 13.38 WIB, saham TLKM merosot 13,04% atau turun 360 poin ke level 2.400, di tengah tekanan pasar yang juga menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah.
Mirae Asset Sekuritas menyebut kejatuhan saham TLKM menjadi salah satu faktor utama yang membebani pergerakan IHSG pada perdagangan sesi pertama.
“Mengawali pekan ini, IHSG bergerak fluktuatif dan ditutup turun 2,9% ke level 5.434 pada akhir sesi 1 seiring tekanan bursa global dan pelemahan rupiah,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam ulasan pasar sesi pertama.
Mirae Asset menambahkan bahwa tekanan pada saham-saham perbankan dan TLKM membuat indeks sempat mengalami koreksi yang lebih dalam.
Baca Juga: Pendapatan Telkom Tembus Rp37,2 Triliun, Bisnis Data dan Infrastruktur Menguat
Baca Juga: Telkom Tegaskan Kasus Silmy Karim Tak Berkaitan dengan Tugas Komisaris
“Penurunan saham perbankan dan kejatuhan saham TLKM membebani gerak IHSG yang sempat longsor lebih dari 4% di sesi awal perdagangan,” tulis Mirae Asset.
Berdasarkan data perdagangan, saham TLKM dibuka pada level 2.620 dan sempat menyentuh level tertinggi 2.650. Namun tekanan jual berlanjut hingga harga turun ke level terendah 2.380. Nilai transaksi saham TLKM mencapai Rp419,04 miliar dengan volume perdagangan sekitar 1,67 juta lot.
Diketahui, Telkom akan menggelar RUPST pada pukul 14.00 WIB. Berdasarkan pemanggilan RUPST, salah satu agenda yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham adalah rencana pembelian kembali saham atau buyback.
Dalam keterbukaan informasi yang diperbarui pada 4 Juni 2026, Telkom mengalokasikan dana maksimal Rp4 triliun untuk pelaksanaan buyback yang akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPS. Program tersebut dapat dilaksanakan dalam periode 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Perseroan menyatakan buyback dilakukan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek usaha perusahaan.
“Melalui program Pembelian Kembali Saham ini, Perseroan bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki Perseroan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.”
Selain agenda buyback, RUPST Telkom juga membahas penggunaan laba bersih tahun buku 2025, perubahan anggaran dasar, serta perubahan susunan pengurus perseroan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: